Bab 44
Robot dari Kardus Bekas

Pagi itu, Sandy Cheeks baru saja menunjukkan penemuan terbarunya kepada Spongebob. Sebuah robot kecil yang bisa memasak telur puyuh secara otomatis. Patrick, yang sedang lewat sambil menyeret kotak sereal kosong, berhenti dan mencibir.

"Sandy, Sandy... kau terlalu bergantung pada kabel dan baterai," kata Patrick sambil menggelengkan kepala. "Robotmu itu lemah. Jika air masuk ke dalamnya, dia akan meledak. Kau butuh teknologi yang lebih... organik." Kalimat itu terdengar konyol, seolah lupa kalau mereka sedang berada di dalam air.

Dua jam kemudian, Patrick muncul di depan pintu Krusty Krab dengan sebuah kotak kardus besar yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia melubangi bagian mata dan mulut, serta menempelkan dua buah kaleng sarden di samping kepalanya sebagai telinga radar. Di dadanya tertulis dengan krayon merah: PAT-BOT 3000 - TIDAK BUTUH LISTRIK, HANYA BUTUH DONAT.

"Spongebob! Perkenalkan asisten barumu!" seru Patrick dengan suara robot yang dibuat-buat (sengaja dibuat kaku dan pecah). "AKU. ADALAH. PAT-BOT. BIP. BUP. PROSESOR. SEDANG. LOADING."

Spongebob bertepuk tangan kagum. "Wah! Patrick, kau terlihat sangat... kotak! Apa kelebihan Pat-Bot ini?"

"PAT-BOT. BISA. MELAKUKAN. SEGALA. SESUATU. YANG. MALAS. DILAKUKAN. MANUSIA," jawab Pat-Bot. "CONTOHNYA. BERDIRI. DI. DEPAN. PINTU. DAN. TIDAK. BERGERAK. AGAR. DEBU. TIDAK. MASUK."

Tuan Krabs keluar dan melihat robot kardus itu menghalangi jalan masuk pelanggannya. "Patrick! Singkirkan kotak sampahmu ini! Kau menghalangi jalan orang yang mau memberiku uang!"

"MAAF. TUAN. KRABS," sahut Pat-Bot. "SISTEM. KAMI. MENDETEKSI. BAHWA. KAU. TERLALU. PELIT. UNTUK. MEMBAYAR. BIAYA. PARKIR. ROBOT. BIP. BUP."

Tuan Krabs mencoba mendorong Pat-Bot, tapi Patrick tetap kaku di dalam kardus. "Patrick, aku tahu itu kau! Aku bisa melihat kaki merah mudamu keluar dari bawah kotak!"

"ITU. BUKAN. KAKI. ITU. ADALAH. HIDROLIK," jawab Pat-Bot tenang.

Squidward, yang merasa terganggu dengan suara kaku Patrick, mendekat dan mengetuk kardus itu. "Jika kau benar-benar robot, coba hitung berapa hasil dari lima dikali lima."

Pat-Bot terdiam cukup lama. Terdengar suara gesekan kertas dari dalam kardus. "MEMPROSES. DATA... MEMPROSES. DATA... HASILNYA. ADALAH... BANYAK. SEKALI."

"Salah!" teriak Squidward.

"ERROR. ERROR. SQUIDWARD. ADALAH. VIRUS," sahut Pat-Bot sambil mulai berputar-putar di tempat sampai menabrak meja makan.

Tiba-tiba, hujan gerimis turun di Bikini Bottom. Kardus Pat-Bot mulai basah dan lembek. Bagian kepalanya perlahan-lahan melorot menutupi pandangan Patrick.

"Spongebob! Tolong! Sistem operasiku sedang mencair!" teriak Patrick (lupa menggunakan suara robot). "Aku merasa tubuhku menjadi sangat... bubur!"

Spongebob segera membawa Pat-Bot masuk ke dapur. Saat kardusnya dilepas, Patrick terlihat sangat berantakan dengan serpihan kertas basah menempel di dahinya.

"Patrick, robotmu rusak terkena air," kata Spongebob sedih.

Patrick menatap sisa-sisa kardusnya, lalu tersenyum. "Tidak, Spongebob. Dia tidak rusak. Dia hanya sedang berevolusi menjadi Robot Origami. Dia sekarang sedang menyamar menjadi tumpukan sampah agar musuh tidak bisa melacak keberadaannya."

Patrick kemudian mengambil sepotong kardus basah dan menempelkannya kembali ke hidungnya. "BIP. BUP. MODE. PENYAMARAN. DIAKTIFKAN."

Squidward hanya bisa menghela napas. "Setidaknya sekarang dia adalah robot yang sangat mudah untuk dibuang ke tempat sampah."

Jangan tertipu oleh kemasan yang canggih. Robot terbaik adalah yang tidak pernah rusak karena dia memang sudah rusak sejak awal, dan dia tidak akan pernah mencuri pekerjaanmu karena dia terlalu sibuk mencoba menghitung jari tangannya sendiri.