Bab 43
Mesin Waktu Manual

Sore itu di depan rumah nanas, Spongebob sedang sedih karena waktu bermainnya sudah habis dan dia harus segera tidur untuk bekerja besok. Patrick, yang sedang duduk di atas batunya sambil mengunyah sisa sarapan yang menempel di janggutnya, menatap Spongebob dengan iba.

"Ada apa, Sahabat Kotak? Kau terlihat seperti ubur-ubur yang kehilangan sengatnya," tanya Patrick.

"Oh, Patrick. Hari ini berlalu terlalu cepat. Aku ingin kembali ke jam delapan pagi tadi, saat kita masih bermain gelembung," keluh Spongebob.

Patrick berdiri dengan gagah, perutnya membusung. "Spongebob, kau beruntung karena kau berteman dengan seorang penemu jenius. Kita tidak butuh mesin besi yang berisik untuk kembali ke masa lalu. Kita hanya butuh Metode Pembalikan Manual!"

Patrick berlari ke dalam rumahnya dan keluar membawa sebuah jam dinding kayu besar. Dia menggunakan jarinya yang gemuk untuk memutar jarum jam itu ke arah belakang dengan kasar. Krek... krek... krek...

"Nah! Sekarang jam ini menunjukkan pukul delapan pagi," seru Patrick bangga. "Tapi mesin ini hanya setengah dari sihirnya. Agar waktu benar-benar kembali, kita harus melakukan semuanya secara terbalik!"

Spongebob berkedip. "Maksudmu?"

"Cepat, Spongebob! Berjalanlah mundur! Bicara terbalik! Dan muntahkan kembali gelembung yang kau tiup tadi pagi!" perintah Patrick.

Selama satu jam berikutnya, pemandangan di jalan menjadi sangat aneh. Patrick dan Spongebob berjalan mundur dengan kaku. Setiap kali mereka berpapasan, Patrick akan berteriak, "!kcirtaP ,olaH" bukannya "Halo, Patrick!".

Squidward keluar untuk menyiram tanaman dan hampir saja tertabrak oleh Spongebob yang berjalan mundur dengan kecepatan tinggi.

"Apa-apaan kalian ini?!" teriak Squidward kesal.

Patrick berhenti sejenak (sambil tetap menghadap ke arah belakang). "!drawdiuqS ,itnebrreB .ulal asam ek ilabmek sedang i kA"

Squidward memijat keningnya. "Kau bicara apa, Patrick? Dan kenapa kau memakai celanamu di kepala?"

"Ini adalah helm pelindung dari angin masa lalu, Squidward!" jawab Patrick (kali ini bicara normal karena dia lupa sedang berakting terbalik). "Kami sedang kembali ke jam delapan pagi. Jika kau ingin awet muda, sebaiknya kau mulai berjalan mundur juga sebelum keriputmu permanen!"

"Waktu tidak bekerja seperti itu, kalian berdua otak udang! Memutar jarum jam tidak akan membuat matahari terbit lagi dari barat!" bentak Squidward.

Patrick menunjuk ke arah jam dinding yang dia pegang. "Lihat ini, Squidward! Jamku bilang ini jam delapan pagi, dan perutku bilang aku lapar untuk sarapan. Itu artinya ini PAGI HARI! Kau hanya iri karena kau terjebak di masa depan yang membosankan!"

Tiba-tiba, Gary lewat dan mengeong dengan bingung melihat tuannya mencoba memasukkan kembali ubur-ubur ke dalam jaring dengan gerakan mundur yang aneh.

Setelah lelah berjalan mundur selama berjam-jam, Spongebob akhirnya ambruk. "Patrick... kakiku sakit... dan aku merasa pusing karena bicara terbalik."

Patrick melihat jamnya lagi. Ternyata karena dia memutar jarumnya terlalu kuat, jam itu rusak dan berhenti di angka dua belas.

"Oh tidak, Spongebob!" teriak Patrick panik. "Kita melakukannya terlalu jauh! Kita telah menghentikan waktu selamanya! Sekarang dunia akan membeku di tengah malam!"

"Tapi Patrick, matahari masih bersinar terang di atas sana," ujar Spongebob sambil menunjuk ke langit.

Patrick terdiam, menatap matahari, lalu menatap jamnya. "Itu bukan matahari, Spongebob. Itu adalah lampu sisa dari masa lalu yang lupa dimatikan. Cepat, ayo kita tidur sebelum pemilik lampu itu menagih biaya lembur pada kita!"

Spongebob yang sudah kelelahan hanya bisa setuju, sementara Squidward hanya bisa berharap agar mesin waktu itu benar-benar ada sehingga dia bisa kembali ke masa sebelum dia pindah ke lingkungan itu.

Jika kau ingin hari tidak berakhir, putarlah jarum jammu ke belakang. Memang tidak akan mengubah posisi matahari, tapi setidaknya kau punya alasan logis untuk makan sarapan dua kali dalam sehari.