Bab 38
Sensus Penduduk Ikan Mati

Pagi itu, Patrick Star tampak sangat sibuk. Ia membawa sebuah papan klip yang terbuat dari potongan seng tua dan sebuah pensil yang ujungnya sudah tumpul karena digigit. Ia berjalan mengitari area pemakaman jangkar di dasar laut dengan wajah yang sangat formal.

Spongebob, yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah mengemudi, berhenti karena melihat sahabatnya sedang mencatat sesuatu di depan sebuah kerangka ikan besar yang sudah membatu.

"Patrick! Apa kau sedang menulis puisi tentang sejarah laut?" tanya Spongebob kagum.

Patrick menaruh telunjuk di depan mulutnya. "Ssttt! Jangan berisik, Spongebob. Aku sedang melakukan tugas negara yang sangat penting. Aku sedang melakukan Sensus Penduduk Ikan Mati."

Spongebob berkedip bingung. "Sensus? Tapi Patrick, bukankah sensus itu dilakukan untuk menghitung warga yang masih hidup?"

Patrick menggelengkan kepala dengan nada kecewa. "Itulah kesalahan besar pemerintah, Spongebob. Mereka hanya menghitung orang yang bisa bicara dan makan. Tapi bagaimana dengan mereka yang sudah istirahat panjang ini? Mereka menempati ruang di bawah laut, mereka punya rumah berupa pasir, tapi tidak pernah masuk dalam data!"

Patrick kemudian mendekati sebuah tulang rusuk ikan paus yang tertimbun pasir. Ia mengetuk tulang itu dengan pensilnya. "Permisi, Tuan... atas nama siapa Anda terdaftar? Dan apakah Anda masih berencana untuk tetap tidak bergerak dalam sepuluh tahun ke depan?"

Tentu saja, tidak ada jawaban. Patrick mencatat sesuatu di papannya dengan cepat.

"Apa yang kau tulis, Patrick?" tanya Spongebob penasaran.

"Aku menulis. Subjek sangat kooperatif, pendiam, dan tidak banyak mengeluh tentang harga pajak. Ini adalah tipe warga ideal, Spongebob!" seru Patrick.

Squidward, yang kebetulan lewat untuk mencari ketenangan di area yang sunyi, langsung menggerutu saat melihat mereka. "Patrick, apa yang kau lakukan di tempat pemakaman ini? Kau mengganggu ketenangan mereka yang sudah tiada!"

Patrick berdiri tegak. "Justru aku sedang membela hak-hak mereka, Squidward! Aku ingin tahu berapa banyak warga Bikini Bottom yang sebenarnya sedang tidur di sini. Jika jumlah mereka lebih banyak dari kita yang hidup, maka secara teknis, kota ini dipimpin oleh ikan mati!"

Squidward memutar matanya. "Mereka bukan warga lagi, Patrick. Mereka adalah fosil! Mereka tidak butuh sensus, mereka butuh dibiarkan tenang!"

"Oh, jadi kau ingin mengabaikan mereka?" tantang Patrick. "Bagaimana jika suatu hari nanti mereka bangun dan menagih tunjangan pensiun yang telat selama lima juta tahun? Kau mau membayarnya, Squidward?"

Squidward terdiam sebentar, lalu lanjut berjalan sambil bergumam, "Aku akan membayar apa pun asalkan aku bisa tidur setenang mereka tanpa mendengar suaramu."

Patrick kembali ke pekerjaannya. Ia menghitung sebuah batu karang yang bentuknya mirip tengkorak. "Satu lagi warga yang sedang menyamar jadi batu... sangat cerdik."

"Patrick," panggil Spongebob ragu, "kalau kau sudah menghitung mereka semua, apa yang akan kau lakukan dengan data itu?"

Patrick menatap langit laut dengan pandangan visioner. "Aku akan menyerahkannya pada Tuan Krabs. Jika dia tahu ada ribuan pelanggan potensial yang sedang tidur di sini, dia pasti akan membuka cabang Krusty Krab khusus bagi mereka yang tidak punya perut. Bayangkan keuntungannya, Spongebob! Mereka tidak pernah komplain soal rasa, karena mereka tidak punya lidah!"

Spongebob tersenyum lebar. "Wah, kau benar-benar memikirkan segalanya, Patrick!"

Patrick pun lanjut mencatat, menghitung setiap tulang dan batu yang ia temui, yakin bahwa ia sedang menyusun database paling lengkap tentang penduduk yang tidak akan pernah pindah ke kota lain.

Hargailah mereka yang sudah tiada, bukan karena sejarahnya, tapi karena mereka adalah tetangga paling tenang yang pernah kau miliki. Selain itu, mereka adalah subjek sensus yang paling mudah karena tidak pernah protes saat namamu salah tulis.