Bab 37
Hari Tanpa Mengedip
Siang itu, Spongebob keluar dari rumah nanasnya dan menemukan Patrick sedang duduk di atas batunya dengan mata yang terbuka lebar. Sangat lebar hingga urat-urat merah mulai terlihat di bagian putih matanya. Patrick tampak seperti patung yang sedang terkejut abadi.
"Patrick? Apa kau baru saja melihat hantu laut?" tanya Spongebob khawatir.
Patrick tidak menjawab. Dia bahkan tidak menggerakkan kelopak matanya sedikit pun. Mulutnya hanya bergumam kecil, "Jangan... biarkan... momen... itu... hilang..."
Spongebob melambaikan tangan di depan wajah Patrick. "Patrick? Kau bisa mendengarku?"
Tiba-tiba, Patrick berteriak tanpa mengedip, "SPONGEBOB! Kau hampir saja merusak segalanya dengan bayangan tanganmu!"
Spongebob meloncat kaget. "Merusak apa?"
"Hari Tanpa Mengedip!" seru Patrick dengan suara parau. "Aku baru sadar, Spongebob, bahwa setiap kali kita mengedip, kita kehilangan sekitar setengah detik dari hidup kita. Jika kau mengedip ribuan kali sehari, itu artinya kau tidur selama berjam-jam dalam keadaan berdiri! Kau melewatkan sejarah, Spongebob! Kau melewatkan masa depan!"
Spongebob mulai berpikir keras. "Wah, kau benar, Patrick! Tadi pagi aku mengedip saat seekor ubur-ubur lewat, dan aku tidak tahu ke mana dia pergi setelah itu. Aku kehilangan momen berharga!"
"Tepat!" Patrick berdiri, matanya mulai berair karena kering. "Mulai detik ini, aku menyatakan hari libur resmi di lingkungan ini. Siapa pun yang tertangkap mengedip akan dianggap sebagai Penidur Ilegal!"
Tak lama kemudian, Squidward keluar rumah untuk mengambil surat. Patrick langsung berlari (dengan mata tetap terbuka lebar) dan berhenti tepat satu inci di depan wajah Squidward.
"TIDAK BOLEH MENGEDIP, SQUIDWARD!" teriak Patrick.
Squidward kaget dan secara refleks mengedip tiga kali berturut-turut.
"PELANGGARAN!" Patrick meniup peluit imajiner. "Kau baru saja membuang satu setengah detik hidupmu, Squidward! Kau bisa saja menggunakan waktu itu untuk belajar bermain klarinet dengan benar, tapi kau malah memilih untuk menutup matamu!"
Squidward menatap Patrick dengan jijik. "Patrick, mengedip itu perlu agar mata kita tidak kering dan perih. Ini adalah fungsi tubuh, bukan pilihan gaya hidup!"
"Alasan!" sahut Patrick. "Kau hanya malas melihat kenyataan dunia yang indah ini, jadi kau menutup matamu terus-menerus! Spongebob, catat! Squidward adalah seorang pesimis yang hobi tidur singkat!"
Spongebob mencoba mengikuti jejak Patrick. Dia menahan kelopak matanya dengan jari. "Aku... tidak... akan... mengedip... Patrick! Aku ingin melihat... semuanya!"
Namun, lima menit kemudian, mata Patrick mulai memerah seperti tomat matang. Air mata mengalir deras karena iritasi, tapi dia tetap menolak menutup matanya.
"Patrick, matamu menangis," ujar Spongebob yang juga mulai gemetar.
"Ini bukan tangisan sedih, Spongebob!" ucap Patrick sambil menahan perih yang luar biasa. "Ini adalah mata yang sedang mencuci dirinya sendiri tanpa harus berhenti menonton! Ini adalah teknologi organik!"
Tiba-tiba, seekor lalat laut kecil terbang melintas dan mendarat tepat di bola mata Patrick yang terbuka lebar.
"AAAARRRGGGHHHH!!!" Patrick akhirnya menyerah. Dia mengedip berulang-ulang kali dengan sangat cepat, seperti lampu strobo di pesta dansa. "Spongebob! Musuh telah menyusup ke dalam markas! Lindungi pandanganmu!"
Patrick akhirnya berlari masuk ke bawah batunya dan langsung menutup mata rapat-rapat. "Aku akan tidur selama tiga hari untuk menebus semua momen yang sudah kulihat tadi!"
Spongebob pun ikut mengedip dengan lega. "Ahhh... kurasa melihat dunia dalam potongan-potongan kecil lebih baik daripada melihat lalat dari jarak satu milimeter."
Squidward yang melihat mereka dari jendela hanya bergumam, "Aku harap besok adalah Hari Tanpa Bicara, tapi aku tahu itu terlalu muluk untuk diminta."
Hidup memang singkat, tapi jangan mencoba melihat semuanya sekaligus. Jika kau tidak pernah menutup mata, kau tidak akan pernah tahu betapa indahnya saat kau membukanya kembali, dan kau juga terhindar dari lalat yang mendarat di pupil matamu.