Bab 39
Lomba Lari di Tempat
Pagi itu, Patrick Star berdiri di tengah jalan raya Bikini Bottom dengan mengenakan ikat kepala merah dan peluit yang sudah siap di mulutnya. Di aspal, dia telah menggambar garis Start dan Finish yang anehnya... berada di posisi yang sama persis.
Spongebob datang dengan mengenakan sepatu lari favoritnya. "Patrick! Aku siap untuk maraton keliling kota! Di mana garis finisnya?"
Patrick menunjuk tepat ke arah kaki Spongebob. "Kau sedang berdiri di atasnya, Spongebob. Selamat, kau baru saja menyelesaikan lomba sebelum dimulai!"
Spongebob berkedip bingung. "Tapi... aku belum lari ke mana-mana, Patrick."
"Itulah inti dari Olimpiade Efisiensi Patrick!" seru Patrick bangga. "Kenapa kau harus lari jauh-jauh ke ujung kota hanya untuk kembali lagi ke sini? Itu adalah pemborosan keringat, Spongebob. Dalam lombaku, pemenangnya adalah bukan siapa yang paling banyak bergerak tapi siapa yang paling sedikit berpindah posisi!"
Squidward, yang sedang membawa belanjaan, terpaksa berhenti karena Patrick menghalangi jalan. "Patrick, menyingkirlah. Aku ingin pulang."
"Berhenti, Peserta Nomor 02!" teriak Patrick sambil meniup peluitnya. PRRRIIIITTT! "Kau didiskualifikasi karena kau bergerak maju! Itu adalah kecurangan! Kau mencoba meninggalkan garis finismu sendiri!"
Squidward menggeram. "Aku tidak sedang berlomba, aku sedang berjalan pulang! Dan lari di tempat itu bukan olahraga, itu adalah tanda bahwa otakmu sedang macet!"
Patrick menggelengkan kepala dengan nada simpati. "Squidward, kau terlalu terobsesi dengan tujuan. Padahal, perjalanan yang paling aman adalah perjalanan yang tidak membawamu ke mana-mana. Jika kau tetap di sini, kau tidak akan pernah tersesat, kau tidak akan pernah menabrak tiang, dan kau tidak akan pernah merasa jauh dari rumah."
Spongebob mulai bersemangat. "Wah, kau benar Patrick! Jika aku lari di tempat, aku bisa merasakan angin di wajahku tanpa harus takut terlambat masuk kerja!" Spongebob pun mulai berlari di tempat dengan sangat kencang.
"Bagus, Spongebob! Pertahankan kecepatan nol kilometer per jam itu!" dukung Patrick.
Tak lama kemudian, warga Bikini Bottom lainnya mulai berkumpul karena penasaran. Patrick meyakinkan mereka bahwa bergerak tanpa berpindah adalah cara terbaik untuk menyelamatkan lingkungan. "Bayangkan berapa banyak gesekan aspal yang kita hemat jika kita semua tidak berpindah tempat!"
Setengah jam kemudian, sekelompok ikan terlihat berkeringat deras, berlari sekuat tenaga namun tetap berada di titik yang sama. Suasana menjadi sangat riuh dengan bunyi langkah kaki yang beradu dengan pasir, tapi tidak ada satu pun yang bergeser satu inci pun.
Tuan Krabs lewat dan melihat kerumunan itu. "Patrick! Apa yang kau lakukan? Kau membuat pelanggan-pelangganku terjebak di depan rumahmu!"
"Tuan Krabs! Bergabunglah!" ajak Patrick. "Lomba ini gratis, tapi hadiahnya adalah kepuasan karena kau tidak kehilangan waktu untuk berjalan!"
Tuan Krabs menghitung sesuatu di kepalanya. "Hmm... jika mereka tidak berjalan, berarti sepatu mereka tidak cepat rusak. Jika sepatu tidak rusak, mereka tidak butuh uang untuk beli sepatu baru... dan jika mereka tidak membeli sepatu baru, mereka bisa memakai uang itu untuk membeli Krabby Patty! Patrick, ini jenius!"
Namun, masalah muncul ketika waktu makan siang tiba. Semua orang mulai merasa lapar, tapi tidak ada yang mau bergerak maju menuju Krusty Krab karena takut kalah dalam lomba.
"Patrick, aku lapar," keluh seorang warga. "Tapi aku tidak mau kehilangan posisiku di garis finis!"
Patrick berpikir keras, lalu meniup peluitnya. "LOMBA SELESAI! Hasilnya adalah... SEMUA ORANG MENANG! Karena tidak ada yang berpindah, maka tidak ada yang kalah!"
Semua orang bersorak kegirangan, meskipun mereka sebenarnya hanya membuang energi tanpa hasil apa pun. Spongebob ambruk karena kelelahan tepat di tempat dia mulai. "Aku... aku merasa seperti sudah mengelilingi dunia... padahal aku masih bisa melihat lubang hidung Patrick dari sini."
Squidward hanya bisa berjalan melewati mereka dengan wajah datar. "Dunia ini akan jauh lebih baik jika Patrick juga menerapkan teori diam di tempat ini pada mulutnya."
Jangan mengejar sesuatu yang jauh jika kau bisa mendapatkannya dengan tetap diam. Ingat, matahari tetap di sana meskipun kita tidak berlari mengejarnya. Jadi, kenapa kita harus repot-repot berpindah tempat jika kasur kita sudah sangat nyaman?