Bab 34
Restoran Makanan Bayangan

Siang itu, Patrick berdiri di depan rumah batunya dengan mengenakan topi koki yang terbuat dari koran bekas. Di depannya ada sebuah meja kayu tua yang kosong melompong. Tidak ada piring, tidak ada sendok, apalagi makanan. Namun, ada papan pengumuman besar: RESTORAN BAYANGAN PATRICK - MAKAN SEPUASNYA TANPA JADI GEMUK (DAN TANPA MAKANAN).

Spongebob, yang baru saja pulang dari kelas mengemudi, berhenti dengan perut keroncongan. "Wah, Patrick! Kau membuka restoran tandingan Tuan Krabs? Apa menu spesial hari ini?"

Patrick menyeka meja kosong itu dengan kain kotor. "Selamat datang, Tuan Squarepants. Hari ini kami menyajikan Steak Bayangan dengan hiasan Saus Udara Gelap. Silakan duduk."

Spongebob duduk di pasir. "Tapi Patrick... mejanya kosong. Di mana makanannya?"

Patrick menghela napas, seolah-olah Spongebob adalah orang yang sangat ketinggalan zaman. "Spongebob, kau ini terlalu terikat pada materi. Kau tahu kenapa orang jadi gemuk? Karena mereka memakan bendanya. Tapi di sini, kami hanya menyajikan bayangan dari makanan tersebut!"

Patrick kemudian mengambil sebuah kotak Krabby Patty kosong. Dia meletakkan kotak itu di bawah sinar matahari sehingga bayangannya jatuh tepat di depan Spongebob.

"Nah! Lihat bayangan kotak itu? Itulah nutrisinya! Silakan kunyah bayangannya, Spongebob. Rasakan tekstur hitamnya yang renyah," ucap Patrick meyakinkan.

Spongebob mencoba berpura-pura mengunyah bayangan di atas meja. "Nyam... nyam... Hmm, rasanya agak... hambar, Patrick. Dan sedikit terasa seperti kayu meja."

"Itu karena kau belum menambahkan bumbu!" Patrick kemudian berpura-pura menaburkan garam dari botol imajiner ke arah bayangan tersebut. "Sekarang coba lagi. Ini adalah revolusi, Spongebob! Kau bisa makan 100 Krabby Patty bayangan dan perutmu akan tetap rata, karena bayangan tidak punya kalori!"

Squidward, yang sedang lewat sambil membawa tas belanjaan berisi sayuran asli, berhenti dan menatap mereka dengan jijik. "Kalian berdua benar-benar sudah kehilangan akal. Patrick, kau tidak bisa memberi makan orang dengan bayangan. Perut butuh massa, butuh protein, butuh sesuatu yang nyata!"

Patrick berdiri dan menunjuk bayangan Squidward di pasir. "Oh ya? Jika bayangan itu tidak nyata, kenapa dia mengikutimu ke mana-mana? Dia adalah bagian dari dirimu, Squidward! Dan jika kau lapar, kau bisa saja memakan bayangan belanjaanmu itu tanpa harus memasaknya!"

Squidward melihat bayangan wortel di dalam tasnya yang terpantul di tanah. "Aku tidak akan memakan kegelapan di atas pasir, Patrick!"

"Kau sombong sekali," balas Patrick. "Suatu hari nanti, saat semua makanan di dunia ini habis, orang-orang akan mengantre di depan restoranku untuk mencicipi Bayangan Sup Primadona milikku!"

Tiba-tiba, sebuah awan besar menutupi matahari. Seketika itu juga, semua bayangan di atas meja Patrick menghilang.

Patrick panik. Dia mulai meraba-raba meja yang kosong. "TIDAK! PENCURI! Seseorang telah mencuri semua stok makanan di dapurku! Spongebob, tutup pintunya! Kita dirampok oleh langit!"

Spongebob ikut panik. "Oh tidak! Steak bayanganku hilang sebelum aku sempat menghabiskannya!"

Patrick jatuh berlutut, menatap meja yang sekarang benar-benar kosong tanpa bayangan apa pun. "Restoranku bangkrut dalam hitungan detik... Ini adalah krisis ekonomi paling gelap yang pernah kualami."

Squidward hanya menggelengkan kepala dan lanjut berjalan. "Setidaknya sekarang restorannya punya nama baru. Restoran Kosong yang Sebenarnya."

Patrick kemudian menoleh ke Spongebob dengan wajah serius. "Spongebob, aku punya ide bisnis baru. Jika makanan bayangan bisa hilang karena awan... kita harus menjual Makanan Senter. Kita buat bayangan kita sendiri di dalam gua!"

Spongebob tersenyum lebar. "Kau memang visioner, Patrick!"

Diet terbaik adalah tidak memakan apa pun yang bisa disentuh. Jika kau hanya memakan bayangan, setidaknya kau tidak akan pernah merasa bersalah karena menambah berat badan. Kau hanya akan merasa sangat, sangat lapar.