Bab 33
Mata Uang Tutup Botol

Pagi itu, Krusty Krab tampak tenang sampai Patrick Star masuk dengan menyeret sebuah karung besar yang berbunyi klentang-klentung. Dia berjalan menuju meja kasir tempat Squidward sedang melamun menatap jam dinding.

Squidward sedang melakukan ritual paginya, mencoba menghipnotis jarum detik agar bergerak lebih cepat dengan kekuatan pikiran. Baginya, setiap detak jam terdengar seperti palu yang menghantam harapan hidupnya. Dia menghitung bahwa masih ada sekitar 28.800 detik lagi sebelum dia bisa pulang, mandi air panas, dan memainkan klarinetnya tanpa gangguan. Dia bertanya-tanya dalam hati, apakah jika dia memejamkan mata cukup lama, dia akan tiba-tiba terbangun di hari pensiunnya, jauh dari aroma minyak goreng dan tawa melengking yang menghancurkan jiwanya.

Namun, lamunan puitisnya tentang pelarian itu hancur seketika saat suara karung Patrick menghantam lantai.

"Satu Krabby Patty, Squidward. Tambahkan ekstra acar dan ekstra kasih sayang," ucap Patrick sambil menghantamkan karungnya ke atas meja.

Squidward mendesah. "Itu harganya dua dolar, Patrick. Mana uangnya?"

Patrick tersenyum misterius. Dia merobek karungnya, dan ribuan tutup botol bekas (yang sebagian besar berkarat dan masih lengket) tumpah membanjiri meja kasir. "Ini lebih dari sekadar uang, Squidward. Ini adalah masa depan ekonomi kita!"

Squidward mengambil satu tutup botol dengan dua jari, tampak jijik. "Ini sampah, Patrick. Ini tutup botol soda yang sudah kau pungut dari tempat sampah."

"Sampah?!" seru Patrick tidak terima. "Dengar, Squidward. Uang kertas itu membosankan. Dia bisa robek, bisa basah, dan tidak berbunyi kalau jatuh. Tapi tutup botol? Mereka kuat! Mereka punya gerigi! Dan yang paling penting... mereka bisa menutup masalah!"

Tuan Krabs, yang mencium bau transaksi (walaupun bau karat), langsung keluar dari kantornya. "Apa-apaan keributan ini? Siapa yang membawa rongsokan ke restoranku?"

"Tuan Krabs!" Patrick menyapa dengan semangat. "Aku ingin menukar harta karun ini dengan Krabby Patty. Pikirkanlah, Tuan Krabs. Jika kau punya banyak tutup botol, kau bisa menutup semua lubang di kapalmu. Kau bisa menutup mulut orang yang berhutang padamu. Uang dolar tidak bisa melakukan itu!"

Tuan Krabs mengambil satu tutup botol, menggigitnya untuk mengetes keasliannya (seperti yang dia lakukan pada koin emas), lalu melemparnya kembali. "Ini tidak ada nilainya, Patrick! Aku tidak bisa menyimpannya di bank!"

"Itulah kelebihannya!" sahut Patrick dengan logika yang makin melintir. "Bank tidak mau menerimanya, jadi uangmu akan selalu aman di bawah kasurmu! Tidak ada pajak, tidak ada biaya admin, hanya kau dan ribuan gerigi besi yang menusuk punggungmu saat kau tidur!"

Spongebob keluar dari dapur, matanya berbinar melihat tumpukan tutup botol itu. "Wah, Patrick! Kau jenius! Dengan ini, kita tidak perlu takut uang kita terbang tertiup angin!"

"Benar, Spongebob!" Patrick mengambil dua tutup botol dan menempelkannya di matanya. "Dan jika kau bangkrut, kau bisa merangkainya menjadi baju zirah untuk memulai hidup baru sebagai ksatria barang bekas!"

Tuan Krabs mulai kehilangan kesabaran. "Patrick, keluar dari sini dengan sampahmu! Atau aku akan menagih biaya parkir untuk karungmu ini!"

"Baiklah, Tuan Krabs yang keras kepala," ucap Patrick sambil mengemasi kembali tutup botolnya dengan rapi. "Tapi jangan datang merangkak kepadaku saat semua kertas di dunia ini habis dan kau tidak punya apa pun untuk menutup botol sausmu yang terbuka!"

Saat Patrick keluar, dia sengaja menjatuhkan satu tutup botol di depan pintu. "Anggap saja itu tip untuk pelayanan yang buruk," gumamnya.

Squidward menatap tumpukan karat di atas mejanya, lalu menatap Tuan Krabs. "Jadi, apakah kita mulai menerima sampah sebagai pembayaran sekarang?"

Tuan Krabs menatap tutup botol itu lama sekali, lalu berbisik, "Simpan satu, Squidward... siapa tahu harga besi naik minggu depan."

Nilai sebuah barang ditentukan oleh seberapa besar keyakinanmu padanya. Jika kau yakin tutup botol adalah uang, maka kau adalah orang terkaya di tempat sampah.