Bab 31
Asuransi Anti-Sial
Siang itu, Patrick duduk di sebuah meja lipat di depan rumahnya. Di atas meja terdapat tumpukan kulit kerang kosong dan sebuah papan besar bertuliskan: ASURANSI ANTI-SIAL PATRICK - BAYAR SEKARANG, JANGAN MENANGIS NANTI.
Semua ini bermula pagi tadi setelah Patrick menonton sebuah iklan di televisi di sela-sela acara favoritnya. Seorang pria berjas rapi di layar kaca berkata dengan suara sangat berat, "Apakah Anda takut masa depan? Apakah Anda takut batu Anda tiba-tiba hanyut terbawa arus? Bergabunglah dengan Asuransi Kebahagiaan, karena ketakutan Anda adalah bisnis kami!"
Patrick, yang saat itu sedang makan sereal langsung dari kotaknya, terpaku. Dia merasa pria di TV itu bicara langsung padanya, terutama karena pria itu menunjuk ke arah kamera. Dengan sisa susu yang masih menetes di dagunya, sebuah bohlam lampu imajiner muncul dan bersinar terang di atas kepalanya, tanda bahwa sebuah ide brilian (menurut standarnya) baru saja lahir. Namun, sedetik kemudian, bohlam itu mengeluarkan suara pletak! yang nyaring dan pecah berkeping-keping, menghujani kepalanya dengan serpihan cahaya khayalan yang langsung hilang.
Patrick langsung menyimpulkan bahwa dia harus menjadi pria berjas itu, meski dia tidak punya jas dan hanya punya meja lipat karatan. Dia yakin bahwa dengan kata-kata yang sulit dimengerti, dia bisa mengubah nasib buruk menjadi sesuatu yang bisa dijual. Patrick segera menyeret meja lipat karatannya ke depan rumah, siap menjadi pengusaha paling bijak di bawah laut.
Spongebob, yang baru saja keluar rumah untuk membuang sampah, menghampiri dengan wajah penasaran. "Asuransi? Wah, Patrick, itu terdengar sangat dewasa dan bertanggung jawab!"
Patrick membetulkan posisi kacamata hitamnya yang hanya memiliki satu gagang. "Benar, Spongebob. Dunia ini adalah tempat yang berbahaya. Kau bisa terpeleset kulit pisang, tertimpa jangkar jatuh, atau tiba-tiba kehilangan celanamu saat sedang menyanyi. Itulah kenapa kau butuh asuransi dariku."
"Bagaimana cara kerjanya?" tanya Spongebob.
"Sangat sederhana," jelas Patrick. "Kau memberiku satu buah donat setiap pagi sebagai premi. Sebagai gantinya, aku menjamin bahwa kau tidak akan pernah mengalami kesialan selama kau berada di dekatku."
Spongebob setuju dan langsung memberikan donat jatah makan siangnya. "Ini, Patrick! Aku merasa lebih aman sekarang!"
Namun, baru dua langkah Spongebob berjalan, dia tersandung batu dan jatuh tersungkur ke dalam genangan lumpur hijau. PLOP!
Spongebob bangkit dengan tubuh penuh lumpur. "Patrick! Aku baru saja membayar asuransi, tapi aku tetap sial! Aku jatuh ke lumpur!"
Patrick memeriksa catatan di atas selembar daun kering. "Hmm, mari kita lihat polisnya... Ah, di sini tertulis. Pasal 1: Jatuh ke lumpur tidak dihitung sebagai kesialan jika hari ini adalah hari Selasa. Dan sekarang hari Selasa, Spongebob! Itu artinya itu adalah Kejutan Estetik, bukan kesialan."
Spongebob berkedip. "Oh, benarkah? Aku tidak tahu itu."
Tak lama kemudian, Squidward lewat sambil membawa vas bunga kesayangannya. Tiba-tiba, seekor ubur-ubur menyengat hidungnya, membuat Squidward berteriak dan menjatuhkan vasnya hingga hancur berkeping-keping.
"Sialan!" teriak Squidward kesal.
Patrick segera menghampiri Squidward. "Tuan Squidward! Anda butuh asuransi saya! Jika Anda terdaftar, vas itu tidak akan pecah!"
"Jangan konyol, Patrick! Vas itu sudah hancur!" sahut Squidward marah.
"Justru itu!" kata Patrick dengan nada bijak. "Jika Anda ikut asuransiku, aku akan menjelaskan bahwa vas itu sebenarnya tidak hancur, dia hanya memutuskan untuk menjadi puzzle dalam sekejap. Kau tidak kehilangan vas, kau justru mendapatkan hobi baru menyusun kepingan!"
Squidward menatap Patrick dengan tatapan kosong. "Kau ingin aku membayar agar kau bisa berbohong padaku tentang kenyataan yang pahit?"
"Itulah inti dari asuransi, Squidward! Kami menjual ketenangan pikiran yang dibungkus dengan logika yang membingungkan!" seru Patrick bangga.
Squidward menggeram dan pergi meninggalkan mereka. Patrick kembali ke mejanya, memakan donat pemberian Spongebob dengan lahap.
"Patrick," tanya Spongebob ragu, "kalau kau sendiri yang mengalami kesialan, siapa yang menjaminmu?"
Patrick terhenti sejenak, lalu menatap donatnya yang baru saja jatuh ke pasir karena tangannya licin. Dia menatap pasir yang menempel di donatnya, lalu menatap langit.
"Spongebob, ini bukan kesialan," ucap Patrick dengan suara bergetar. "Ini adalah asuransiku yang sedang memberitahuku bahwa donat ini butuh tambahan mineral dari pasir. Aku... aku sebenarnya sangat beruntung!"
Patrick memakan donat berpasir itu dengan air mata di matanya, sementara Spongebob bertepuk tangan atas keberuntungan sahabatnya.
Kesialan hanyalah sudut pandang yang salah. Jika kau membayar seseorang untuk mengatakan bahwa kau beruntung, maka kau akan selalu beruntung, setidaknya sampai uangmu (atau donatmu) habis.