Bab 30
Matahari Adalah Lampu Tidur Raksasa

Siang itu, suhu di Bikini Bottom terasa sangat menyengat. Patrick Star sedang berusaha tidur siang di bawah batunya, tetapi seberkas cahaya matahari yang bandel terus menyelinap masuk melalui celah kecil dan menyinari tepat di lubang hidungnya.

Patrick terbangun dengan gusar. Dia meninju udara. "Siapa yang menyalakan lampu?! Aku sedang mencoba tidak sadar di sini!"

Patrick pun merangkak keluar dari bawah batunya dengan mata menyipit, menangkis cahaya silau itu dengan tangannya. Dia celingukan ke sana kemari, menatap rumah nanas Spongebob dan rumah kepala batu Squidward dengan curiga.

"Spongebob! Matikan lampunya! Kau membuat mataku pedas!" teriak Patrick sambil berkacak pinggang.

Spongebob yang sedang asyik meniup gelembung di depan rumahnya, menoleh dengan ceria. "Tapi Patrick, aku tidak punya lampu sebesar itu!"

"Jangan bohong! Lalu apa itu yang bersinar terang di atas sana?" Patrick menunjuk ke langit dengan telunjukya.

Spongebob tersenyum lebar, lalu ikut menunjuk ke atas. "Itu matahari, Patrick. Dia bersinar setiap hari agar kita bisa melihat keindahan dunia!"

Patrick mendengus tidak percaya. "Keindahan dunia? Spongebob, jangan naif. Kau lihat bola kuning besar itu? Itu bukan bintang, itu bukan bola gas. Itu adalah lampu tidur raksasa milik seseorang yang sangat besar, dan dia lupa mematikannya!"

Squidward, yang sedang mencoba berjemur dengan tenang, menggerutu dari balik kacamata hitamnya. "Itu adalah pusat tata surya, Patrick. Dia berjarak jutaan mil dari sini dan tidak punya kabel listrik."

Patrick tertawa mengejek. "Jutaan mil? Squidward, jika dia sejauh itu, kenapa aku merasa panas seperti sedang berada di dalam panggangan Krabby Patty? Jelas sekali, lampu itu digantung tepat di atas atap langit kita!"

Patrick kemudian berdiri dan mengambil sebuah galah panjang yang biasanya dia gunakan untuk membersihkan bagian bawah batunya. Dia mulai melompat-lompat, mencoba menusuk langit.

"Apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Squidward, mulai merasa sakit kepala.

"Aku sedang mencari sakelarnya, Squidward! Pemilik lampu ini pasti menyembunyikan sakelarnya di sekitar sini. Jika aku bisa mematikannya, kita semua bisa tidur siang selamanya tanpa gangguan cahaya!"

Spongebob ikut membantu dengan membawa tangga lipat. "Mungkin sakelarnya ada di balik awan itu, Patrick!"

"Ide bagus, Spongebob!" Patrick memanjat tangga tersebut dan mulai meraba-raba udara kosong. "Ayo... sedikit lagi... aku bisa merasakan kabelnya!"

Tiba-tiba, awan gelap mendung datang menutupi matahari. Seketika itu juga, suasana menjadi redup dan bayangan matahari menghilang.

Patrick terdiam, matanya membelalak. "Aku... aku melakukannya, Spongebob! Aku menarik kabelnya!"

"Luar biasa, Patrick! Kau mematikan matahari!" seru Spongebob kagum.

Squidward berdiri dan menunjuk ke langit dengan kesal. "Itu hanya mendung, kalian berdua otak udang! Sebentar lagi hujan akan turun dan matahari akan tetap ada di sana!"

Tapi Patrick tidak mendengarkan. Dia justru terlihat panik. "Tunggu dulu... Spongebob, jika aku yang mematikannya, itu artinya akulah yang sekarang bertanggung jawab atas tagihan listriknya! Berapa biaya listrik untuk lampu sebesar itu?!"

Patrick mulai menghitung dengan jarinya, lalu terlihat pucat. "Satu dolar... dua dolar... oh tidak jariku tidak cukup, ini pasti akan memakan biaya jutaan dolar! Tuan Krabs akan memotong gajiku yang bahkan tidak ada!"

Karena ketakutan akan tagihan listrik, Patrick mulai berteriak ke arah langit. "HIDUP KEMBALI! AKU TIDAK MAU MEMBAYAR! NYALA LAGI, KAU LAMPU KUNING RAKSASA!"

Tepat saat itu, awan bergeser dan matahari kembali bersinar dengan sangat terik.

Patrick langsung tiarap dan bersembunyi di bawah batunya. "Fiuh... untung saja pemiliknya menyalakannya kembali. Mulai sekarang, aku tidak akan menyentuh sakelar sembarangan lagi."

Spongebob tersenyum bangga. "Kau adalah pahlawan penghemat energi, Patrick."

Squidward hanya bisa memejamkan mata di bawah sinar matahari, bertanya-tanya mengapa gravitasi tidak benar-benar menariknya pergi dari lingkungan itu sekarang juga.

Jangan mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak rusak, terutama jika hal itu berpotensi mengirimkan tagihan listrik yang tidak sanggup kau bayar.