Bab 9
Pengunduran Diri Sang Bayangan

Siang itu, Patrick berdiri di bawah sinar matahari yang terik di depan rumah batunya. Dia mencoba melakukan gerakan tarian perut yang sangat cepat. Namun, dia tiba-tiba berhenti dan menatap tanah dengan wajah pucat.

"Spongebob! Spongebob! Panggil ambulans! Atau panggil pengacara!" teriak Patrick histeris.

Spongebob berlari keluar dari rumah nanasnya. "Ada apa, Patrick?! Apa kau menelan lidahmu lagi?"

Patrick menunjuk ke arah bayangannya yang ada di tanah. "Lihat dia! Dia berhenti mengikutiku! Tadi aku berputar ke kanan, tapi dia diam saja selama setengah detik sebelum ikut berputar. Dia... dia malas! Dia melakukan mogok kerja!"

Squidward, yang sedang menyiram tanaman lautnya, menghela napas. "Patrick, itu hanya masalah sudut cahaya matahari. Bayangan tidak punya kehendak sendiri."

"Bohong!" Patrick mengeluarkan selembar kertas kosong dari sakunya. "Aku baru saja menyadari bahwa selama ini aku tidak pernah memberikan cuti pada bayanganku. Dia sudah bekerja 24 jam sehari mengikutiku ke mana-mana, bahkan ke toilet! Dia pasti sudah merasa muak dan ingin mengundurkan diri!"

Patrick kemudian berlutut dan mulai berbicara pada bayangannya sendiri. "Dengar, kawan. Aku tahu aku bos yang sulit. Aku tahu aku sering menduduki tubuhmu saat aku duduk. Tapi tolong, jangan pergi ke sisi gelap! Aku bisa menaikkan gajimu!"

"Gaji apa, Patrick?" tanya Spongebob bingung. "Kau kan tidak punya uang."

"Aku akan memberinya bayangan Krabby Patty!" jawab Patrick mantap.

Dia kemudian mulai melakukan gerakan mengunyah yang berlebihan di depan bayangannya, seolah-olah sedang mendemonstrasikan betapa lezatnya bonus yang ia janjikan. Spongebob hanya bisa menggaruk kepalanya yang berlubang, sementara Squidward menatap mereka dengan tatapan kosong, bertanya-tanya mengapa ia harus bertetangga dengan seekor bintang laut yang mencoba menyuap siluetnya sendiri.

Namun, saat awan lewat dan menutupi matahari, bayangan Patrick menghilang. Patrick menjerit seolah-olah kehilangan anggota tubuh. "TIDAK! DIA SUDAH RESIGN! DIA SUDAH PERGI DARI KANTOR!"

Patrick kemudian mulai berjalan dengan sangat kaku, mencoba merekrut bayangan baru dari benda-benda di sekitarnya. Dia menghampiri Squidward yang kini juga kehilangan bayangannya karena langit mendung. Dengan panik, Patrick mencoba memegang area di bawah kaki Squidward yang kosong.

"Apa yang kau lakukan, Patrick?!" bentak Squidward.

"Aku sedang mencoba merekrut bayanganmu yang juga sedang bolos!" kata Patrick dengan mata melotot. "Karena bayanganku sudah berhenti, aku akan menggunakan jasa bayangan outsourcing milikmu. Tapi sepertinya bayanganmu sudah kabur duluan bersama bayanganku untuk pergi piknik!"

Squidward mencoba lari, tapi Patrick terus menempel di belakangnya. "Berhenti mengikutiku! Ini pelecehan bayangan!"

"Aku butuh identitas hitam di bawah kakiku, Squidward! Tanpa bayangan, aku hanyalah makhluk melayang yang tidak menapak pada realitas!" Patrick bersikeras.

Patrick kali ini benar-benar membuat seluruh Bikini Bottom gempar. Orang-orang mulai khawatir bayangan mereka juga akan lelah dan berhenti mengikuti mereka. Patrick bahkan menyarankan agar semua orang berjalan di malam hari saja, supaya bayangan mereka bisa tidur dan tidak meminta kenaikan gaji.

Keesokan harinya, Patrick terlihat berjalan di bawah terik matahari dengan sangat pelan, hampir tidak bergerak. Di belakangnya, bayangannya kembali muncul dengan normal. Spongebob yang lewat menyapa, "Hei Patrick! Aku lihat bayanganmu sudah kembali bekerja." Patrick hanya berbisik tanpa menoleh, "Ssst, jangan keras-keras, Spongebob. Aku sedang menerapkan periode percobaan (probation). Jika dia melakukan kesalahan lagi, aku akan memecatnya dan menggantinya dengan stiker hitam yang aku temukan di tong sampah."

Jika kau tidak pernah melihat bayanganmu di kegelapan, itu bukan karena tidak ada cahaya, tapi karena dia sedang pulang ke rumah untuk bertemu keluarganya.