Bab 8
Gizi Bagi Sang Bayangan
Setelah mengejar dan berjalan mundur demi menghormati bayangannya, Patrick menyadari satu hal saat dia bercermin di genangan air. Dirinya terlihat segar dan bulat, tapi bayangannya terlihat sangat tipis, datar, dan... gelap.
"Spongebob! Ini darurat kesehatan!" teriak Patrick sambil menggedor pintu nanas dengan sebuah stoples selai kacang di tangannya.
Spongebob muncul dengan spatula. "Ada apa, Patrick? Apa ada ubur-ubur yang butuh pertolongan pertama?"
"Lebih parah dari itu!" Patrick menunjuk ke bawah kakinya. "Lihat bayanganku! Dia sangat kurus! Dia hanya setebal kertas! Selama ini aku makan tiga kali sehari, tapi aku tidak pernah memberinya makan. Pantas saja dia selalu lesu di bawah sana!"
Spongebob melihat ke bawah. "Tapi Patrick, bayangan memang tidak punya ketebalan. Itu hanya cahaya yang terhalang."
Patrick menggelengkan kepala dengan sedih. "Itu hanya alasan medis untuk menutupi kelaparan, Spongebob. Jika dia tidak makan, suatu hari nanti dia akan menjadi sangat transparan dan menghilang! Aku tidak mau kehilangan sahabat hitamku!"
Tanpa menunggu lama, Patrick membuka stoples selai kacangnya. Dia mengambil segumpal besar selai dan mulai mengoleskannya dengan rata... di atas pasir, tepat di tempat bayangannya berada.
"Ayo makan, teman kecil," gumam Patrick lembut. "Ini protein agar kau bisa tumbuh menjadi bayangan yang kekar."
Squidward, yang kebetulan lewat untuk membuang sampah, berhenti dengan wajah muak. "Patrick! Kau sedang mengotori trotoar dengan selai kacang! Bayanganmu tidak punya mulut!"
"Tentu saja dia punya mulut, Squidward! Tapi mulutnya ada di dimensi dua!" balas Patrick sambil mulai menaburkan remah-reman biskuit di atas area gelap itu. "Lihat! Dia sedang makan! Lihat betapa diamnya dia! Itu artinya dia sedang menikmati setiap gigitannya."
"Dia diam karena dia adalah bayangan, dasar otak karang!" teriak Squidward sebelum masuk kembali ke rumahnya dengan membanting pintu.
Spongebob mulai terpengaruh. "Wah, Patrick, kau benar. Bayanganku juga terlihat agak pucat, eh, maksudku, agak abu-abu. Mungkin dia butuh vitamin?"
Spongebob berlari masuk dan kembali membawa segelas susu cokelat, lalu menuangkannya ke atas pasir di mana bayangannya berada. "Ini, agar tulang bayangannya kuat!"
Dalam sekejap, area di depan rumah berubah menjadi pesta makanan yang menjijikkan. Pasir penuh dengan selai kacang, susu, remah biskuit, dan sisa-sisa saus tartar.
Tiba-tiba, gerombolan semut laut dan serangga laut datang menyerbu makanan itu. Karena serangga-serangga itu menutupi makanan yang ada di area bayangan, Patrick berteriak kegirangan.
"LIHAT, SPONGEBOB! MAKANANNYA MENGHILANG! DIA BENAR-BENAR LAPAR!"
Patrick tidak sadar bahwa yang memakan semuanya adalah semut, dia mengira bayangannya sedang melakukan proses penyerapan gizi secara ajaib. Namun, karena terlalu banyak semut yang berkumpul di area itu, bayangan Patrick sekarang terlihat memiliki tekstur dan bisa bergerak-gerak sendiri.
"Wah... lihat itu, Spongebob. Bayanganku sekarang punya otot yang bergerak-gerak," kata Patrick bangga. "Tapi... kenapa ototnya merayap ke arah kakiku?"
Detik berikutnya, ribuan semut mulai merayap naik ke kaki Patrick karena masih ada sisa selai kacang di tangannya.
"AAAAAAA! BAYANGANKU MENCOBA MEMAKANKU BALIK! DIA SUDAH TERLALU KUAT!" jerit Patrick sambil berlari kencang menuju tempat sampah untuk membilas diri.
Spongebob ikut berlari. "Mungkin kita terlalu banyak memberi dia suplemen, Patrick!"
Memberi makan bayangan adalah hal yang mulia, sampai kau sadar bahwa bayangan yang kenyang adalah bayangan yang punya tenaga untuk memberontak.