Bab 7
Operasi Balik Bayangan

Pagi itu, Patrick berdiri membelakangi matahari dengan posisi siap lari. Spongebob menemukannya sedang melakukan pemanasan stretching yang sangat serius.

"Patrick? Kenapa kau memakai sepatu lari dan ikat kepala?" tanya Spongebob heran.

"Spongebob," kata Patrick dengan nada dramatis. "Selama bertahun-tahun, bayanganku selalu mengikutiku. Dia tahu setiap rahasia gerakanku. Dia tahu ke mana aku pergi sebelum kakiku benar-benar sampai. Ini adalah pelanggaran privasi tingkat tinggi!"

Spongebob mengerjap. "Tapi Patrick, itu memang tugas bayangan..."

"TIDAK LAGI!" teriak Patrick. "Hari ini, aku akan memberikan dia rasa obatnya sendiri. Jika dia pikir dia bisa terus mengikutiku tanpa izin, maka hari ini aku yang akan mengikutinya!"

Patrick mulai melakukan manuver aneh. Dia mencoba melompat melewati bayangannya sendiri agar dia berada di posisi belakang bayangannya. Tapi tentu saja, setiap kali Patrick melompat ke depan, bayangannya ikut maju.

"Lihat itu! Dia mencoba kabur!" Patrick mulai berlari kencang mengejar bayangannya yang memanjang di depannya.

Squidward, yang sedang menikmati kopi pagi di balik jendelanya, hanya bisa menatap pemandangan itu dengan pasrah. Patrick berlari berputar-putar di area kosong, mengejar siluet hitam di atas pasir dengan kecepatan penuh.

Cangkir kopi di tangan Squidward sedikit bergetar setiap kali kaki besar Patrick menghantam tanah. Ia bertanya-tanya pada dewa laut mana ia harus berdoa agar diberikan satu hari saja tanpa gangguan tetangga yang mencoba mengalahkan hukum fisika.

"Kenapa... dia... begitu... cepat?!" napas Patrick tersengal-sengal sambil terus memelototi bayangannya. "Spongebob! Bantu aku memojokkan dia di gang sempit!"

Spongebob, yang selalu ingin membantu sahabatnya, ikut berlari. "Aku akan mencoba memotong jalannya dari arah samping, Patrick!"

Mereka berdua mengejar bayangan itu sampai ke area belakang Krusty Krab. Tiba-tiba, sebuah truk pengantar bahan makanan lewat dan menciptakan area bayangan yang sangat besar di tanah. Patrick langsung melompat ke dalam kegelapan di bawah truk yang sedang berhenti itu.

"KENA KAU!" teriak Patrick sambil memeluk kegelapan di bawah truk. "Sekarang kau tidak bisa lari lagi! Aku sudah berada di belakangmu, di depanmu, dan di dalammu!"

Spongebob mendekat. "Wah, kau berhasil, Patrick! Tapi... bayanganmu yang mana? Di bawah sini gelap sekali."

Patrick terdiam. Di bawah truk itu semuanya hitam. Dia tidak bisa membedakan mana bayangannya dan mana yang hanya bayangan truk.

"Oh tidak," bisik Patrick ngeri. "Spongebob... aku terlalu sukses. Aku sudah bergabung dengan musuhku. Sekarang aku tidak tahu apakah aku adalah Patrick yang asli atau aku adalah bayangan yang sedang menyamar jadi Patrick!"

Tuan Krabs keluar dari pintu belakang dan kaget melihat karyawannya sedang berpelukan dengan ban truk.

"Apa yang kalian lakukan di bawah sana?! Spongebob cepat keluar atau aku potong gaji gajimu!" teriak Tuan Krabs.

Patrick merangkak keluar dengan wajah penuh oli. "Tuan Krabs, kau tidak mengerti. Aku baru saja memenangkan perang psikologis melawan diriku sendiri. Mulai sekarang, aku akan berjalan mundur agar bayanganku merasa dihargai karena dia yang memimpin jalan."

Dan begitulah, sepanjang sisa hari itu, Patrick berjalan mundur ke mana-mana. Dia menabrak tiang lampu, jatuh ke lubang, dan bahkan masuk ke dalam rumah orang asing lewat pintu belakang.

"Maaf," kata Patrick saat menabrak meja makan. "Aku tidak melihat ke mana aku pergi karena aku sedang memberikan bayanganku ruang untuk bernapas sebagai pemimpin tim."

Jika kau merasa hidupmu terlalu dikontrol oleh bayanganmu, cobalah lari mengejarnya sampai kau sadar bahwa kalian berdua sebenarnya sama-sama tidak tahu jalan pulang.