Bab 28
Keadilan Bagi Gelembung

Sore itu di halaman rumah nanas, Spongebob sedang asyik meniup gelembung sabun dengan berbagai bentuk, seperti halnya jerapah, kapal layar, hingga bentuk wajah Squidward yang sedang cemberut. Namun, setiap kali gelembung itu menyentuh tanah atau terkena karang, mereka pecah dengan bunyi Plop!.

Patrick, yang duduk di sampingnya, tiba-tiba mulai terisak. Air mata sebesar kacang polong mengalir di pipinya yang merah muda.

"Patrick! Ada apa? Apa kau tertusuk duri laut lagi?" tanya Spongebob panik.

Patrick menunjuk sisa-sisa air sabun di tanah. "Spongebob... kau seorang pembunuh! Kau menciptakan kehidupan yang indah, lalu membiarkannya mati dalam hitungan detik! Tidakkah kau mendengar teriakan sunyi mereka?"

Spongebob melihat tongkat gelembungnya dengan bingung. "Tapi Patrick, gelembung memang diciptakan untuk pecah. Itulah takdir mereka."

"TAKDIR?!" teriak Patrick dramatis. "Itu adalah diskriminasi terhadap benda yang berisi udara! Mereka butuh perlindungan, Spongebob! Mereka butuh... Panti Asuhan Gelembung!"

Tanpa membuang waktu, Patrick mulai membangun sebuah kotak besar dari pasir dan menutupinya dengan rumput laut yang lembut. Dia menempelkan papan pengumuman bertuliskan: Suaka Margagelembung - Tempat di Mana Udara Tetap Terjaga.

Patrick kemudian mengambil tongkat gelembung Spongebob. Dia meniup satu gelembung bulat kecil dengan sangat hati-hati, seolah-olah sedang memindahkan telur emas. "Selamat datang di dunia, si Kecil. Namamu adalah Bubbly. Aku akan menjagamu dari kekejaman dunia yang tajam."

Patrick membawa Bubbly masuk ke dalam kotak pasirnya. Dia menyelimuti gelembung itu dengan sehelai bulu burung laut. Tapi, begitu bulu itu menyentuh permukaan sabun, Bubbly langsung pecah.

Patrick jatuh terduduk. "TIDAAKK! PEMBUNUHAN DI DALAM SUAKA! Ada pengkhianat di antara kita!"

Squidward, yang baru saja keluar untuk menyiram tanamannya, melihat kegilaan itu. "Patrick, gelembung itu pecah karena terkena debu, angin, atau apapun yang padat. Kau tidak bisa memelihara udara yang dibungkus sabun."

Patrick berdiri dan menatap Squidward dengan tajam. "Oh, jadi kau memihak pada Hukum Benda Padat, ya? Kau ingin semua yang lembut dan transparan menghilang dari muka laut ini?"

"Aku hanya ingin kalian berhenti berteriak di halamanku!" sahut Squidward ketus.

Patrick mengabaikannya dan beralih ke Spongebob. "Spongebob, kita harus mengubah strategi. Gelembung pecah karena mereka menyentuh dunia. Jadi, kita harus memastikan dunia tidak menyentuh mereka! Kita akan meniup gelembung... di dalam gelembung yang lebih besar!"

Patrick mencoba meniup gelembung raksasa, lalu menyuruh Spongebob meniup gelembung kecil di dalamnya. "Lihat, Spongebob! Gelembung kecil ini aman di dalam gelembung yang besar!"

Namun, tak lama kemudian, gelembung besar itu melayang terlalu tinggi dan menabrak hidung patung rumah Squidward. BOOM! Keduanya pecah seketika.

Patrick terdiam lama sekali. Spongebob bersiap untuk tangisan yang lebih keras, tapi Patrick justru tersenyum lebar.

"Kau tahu, Spongebob? Aku baru sadar sesuatu yang sangat bijaksana."

"Apa itu, Patrick?" balas Spongebob.

"Gelembung itu tidak mati. Mereka hanya bosan menjadi bulat, jadi mereka memutuskan untuk menjadi udara kembali agar bisa masuk ke dalam paru-paru kita. Sekarang, Bubbly ada di dalam diriku!" Patrick menepuk perutnya dengan bangga.

Spongebob ikut tersenyum. "Wah, itu indah sekali, Patrick."

Squidward hanya bisa bergumam sambil masuk kembali ke rumahnya, "Aku harap mereka berdua segera pecah dan menjadi udara juga."

Jangan menangisi sesuatu yang hilang, karena mungkin saja mereka hanya lelah menjadi bentuk yang kau inginkan dan memilih untuk menjadi bagian dari nafasmu.