Bab 27
Misteri Lubang di Donat
Siang itu, Krusty Krab kedatangan kotak kiriman salah sasaran berisi selusin donat lezat. Tuan Krabs, yang tidak mau rugi, memutuskan untuk menjualnya dengan harga tiga kali lipat. Patrick, sebagai pelanggan setia (yang jarang membayar), menatap satu buah donat cokelat dengan tatapan penuh kecurigaan.
"Ada apa, Patrick? Kau terlihat seperti sedang melihat hantu," tanya Spongebob sambil mengelap meja di sampingnya.
Patrick menunjuk bagian tengah donat itu dengan jarinya yang gemuk. "Spongebob, lihat ini. Seseorang telah mencuri bagian tengah roti ini! Ini adalah perampokan di siang bolong!"
Spongebob tertawa kecil. "Oh, Patrick, itu namanya donat. Memang bentuknya punya lubang di tengah agar matangnya merata."
Patrick menggelengkan kepalanya dengan sedih. "Tidak, Spongebob. Kau terlalu polos. Bayangkan jika kau membeli rumah, tapi ruang tamunya hilang? Kau tetap membayar harga penuh untuk rumah yang bolong! Ini adalah ketidakadilan ekonomi!"
Squidward, yang sedang membaca majalah di balik kasir, menyahut tanpa melihat, "Itu seni geometri, Patrick. Tanpa lubang itu, dia hanya akan jadi roti goreng biasa yang membosankan."
"Seni?!" seru Patrick. "Ini bukan seni, Squidward! Ini adalah ruang hampa yang seharusnya diisi oleh kebahagiaan cokelat, tapi malah diisi oleh angin!"
Patrick kemudian berdiri dan berlari ke dapur. Tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa segumpal adonan roti mentah yang dia temukan di meja. Dengan penuh konsentrasi, dia menyumpal lubang donat tersebut dengan adonan mentah itu sampai padat.
"Nah! Sekarang donat ini sudah lengkap kembali. Aku telah menyelamatkan nyawa donat ini," ucap Patrick bangga.
"Tapi Patrick," sela Spongebob, "sekarang bagian tengahnya mentah dan tidak enak dimakan. Kau justru merusaknya."
Patrick tertegun. Dia menatap donat itu yang sekarang terlihat seperti ban kempes. "Kau benar, Spongebob. Bagian tengah ini... dia tidak mau menyatu. Dia merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri."
Tiba-tiba, sebuah ide (yang biasanya berbahaya) muncul di kepala Patrick. "Aku tahu! Alasan donat punya lubang adalah karena bagian tengahnya sedang pergi berlibur. Kita harus mencari di mana semua bagian tengah donat itu dikumpulkan!"
Patrick mulai menggeledah seluruh Krusty Krab. Dia melihat lubang di wastafel, dia melihat lubang di pipa, bahkan dia mencoba melihat ke dalam lubang hidung Squidward.
"DI SINI DIA!" teriak Patrick sambil menunjuk lubang hidung Squidward. "Kau menyembunyikan bagian tengah donatku di dalam hidungmu, Squidward! Kembalikan!"
"KELUAR DARI SINI, KAU BINTANG LAUT GILA!" teriak Squidward sambil mendorong Patrick keluar pintu depan.
Di luar, Patrick duduk lesu di pasir. Dia menatap donatnya yang masih bolong. "Spongebob," bisiknya saat Spongebob menyusul ke luar, "aku baru sadar sesuatu yang mengerikan."
"Apa itu, Patrick?" jawab Spongebob.
"Jika donat punya lubang agar kita bisa melihat apa yang ada di baliknya... itu artinya donat adalah kacamata yang bisa dimakan! Tapi kenapa kita hanya memakainya satu? Kita butuh dua donat untuk bisa melihat dengan jelas!"
Patrick langsung menempelkan dua buah donat ke kedua matanya dan mulai berjalan menabrak tiang lampu. "Luar biasa, Spongebob! Dunianya terlihat sangat manis dan penuh cokelat! Aku tidak akan pernah melepaskan kacamata donat ini!"
Spongebob hanya bisa menghela napas. "Setidaknya sekarang dia tidak mempermasalahkan lubangnya lagi."
Jangan meratapi apa yang hilang dari tengah-tengah hidupmu (atau donatmu), pakailah itu sebagai lensa untuk melihat dunia yang lebih manis, walaupun kau mungkin akan menabrak tiang.