Bab 23
Mitos Istirahat

Patrick baru saja memberikan senjata pemusnah massal bagi para kapitalis seperti Tuan Krabs. Jika tidur hanya berakhir dengan bangun, bukankah tidur itu sendiri hanyalah sebuah penundaan pekerjaan yang tidak efisien?

Malam itu, di bawah cahaya lampu jalan Bikini Bottom yang redup, Tuan Krabs sedang mengunci pintu Krusty Krab dengan wajah lesu karena harus menutup toko setelah memaksa lembur hingga jam sepuluh malam. Tiba-tiba, Patrick Star muncul dari balik tong sampah dengan mata yang melotot lebar, seolah-olah dia baru saja menelan sepuluh cangkir kopi hitam.

"Tuan Krabs! Jangan kunci pintu itu! Kau sedang membuang-buang waktu emas!" teriak Patrick dengan semangat yang menggebu-gebu.

Tuan Krabs menguap lebar. "Patrick, ini sudah jam sepuluh malam. Aku butuh tidur, Spongebob butuh tidur, dan bahkan uang-uangku butuh istirahat di dalam brankas."

Patrick tertawa meremehkan, sebuah tawa yang membuat bulu kuduk Squidward (yang kebetulan lewat ingin pulang) merinding. "Tidur? Kau bilang tidur itu butuh? Tuan Krabs, apa yang terjadi setelah kau tidur?"

"Eh... aku bangun?" jawab Tuan Krabs ragu.

"TEPAT!" Patrick memukul telapak tangannya. "Jika kau tidur hanya untuk bangun, kenapa kau harus tidur dari awal? Itu adalah lingkaran setan yang tidak produktif! Tidur adalah bentuk kemalasan yang terorganisir oleh bantal dan guling!"

Spongebob, yang keluar dari pintu belakang dengan topi koki yang sudah miring, mendengarkan dengan serius. "Tapi Patrick, tubuh kita butuh istirahat agar bisa bekerja maksimal besok."

"Kebohongan medis!" tunjuk Patrick ke arah Spongebob. "Spongebob, jika kau tidur 8 jam sehari, itu berarti dalam setahun kau membuang ribuan jam yang bisa kau gunakan untuk membalik patty! Bayangkan berapa banyak burger yang bisa kau buat jika kau berhenti menyerah pada gravitasi kelopak matamu!"

Mata Tuan Krabs mendadak berubah menjadi simbol dolar ($). Kalkulator di otaknya mulai berasap. "Tunggu... kalau karyawanku tidak tidur... aku tidak perlu menutup toko... itu artinya... KEUNTUNGAN 24 JAM TANPA HENTI!"

Dalam sekejap, doktrin Logika Bangun Patrick menyebar. Tuan Krabs langsung merobek papan Tutup dan menggantinya dengan tulisan:

Buka Selamanya: Karena Tidur adalah Pengkhianatan Terhadap Dompetku.

Warga Bikini Bottom, yang selalu mudah terhasut, mulai merasa malu jika mereka terlihat menguap. Menguap dianggap sebagai simbol kegagalan karakter. Pengusaha-pengusaha lain ikut meniru. Kota itu menjadi terang benderang 24 jam.

"Lihat mereka, Spongebob," kata Patrick sambil menahan matanya agar tidak tertutup menggunakan selotip. "Mereka akhirnya sadar bahwa kasur adalah musuh masyarakat."

Namun, realita mulai menghantam. Di hari ketiga tanpa tidur, Spongebob mulai berbicara dengan spatula-nya dan mengira tomat adalah bayi yang perlu digendong. Squidward, di sisi lain, sudah tidak punya energi bahkan untuk marah. Dia berdiri di kasir sambil mendengkur dengan mata terbuka, terlihat seperti patung zombi yang depresi.

"Tuan Krabs..." rintih Spongebob sambil memasukkan sepatunya ke dalam penggorengan. "Aku merasa... aku melihat ubur-ubur menari di dalam penggorengan..."

"Teruslah bekerja, Nak! Ingat kata Patrick, bangun adalah tujuan akhir, jadi jangan berani-berani kembali ke garis start (tidur)!" teriak Tuan Krabs yang matanya sudah merah seperti kepiting rebus (walaupun dia memang kepiting).

Akhirnya, seluruh warga kota pingsan massal di tengah jalan karena kelelahan ekstrem. Bikini Bottom menjadi kota mati yang penuh dengan orang-orang yang mendengkur di atas aspal.

Patrick, satu-satunya yang masih setengah sadar, menatap pemandangan itu. "Lihat Spongebob, mereka semua sangat bersemangat sampai-sampai mereka memutuskan untuk bangun di alam mimpi agar bisa bekerja lebih keras di sana."

Dia lalu jatuh tersungkur dan tertidur di atas perut Tuan Krabs, sambil menggumamkan sesuatu tentang lembur di dalam mimpi.

Patrick berhasil menciptakan sistem kerja paling kejam di samudera, yang bahkan membuat Tuan Krabs terlihat seperti malaikat jika dibandingkan dengan teori Efisiensi Patrick.