Bab 22
Evolusi Balas Dendam Sandy
Sandy akhirnya memutuskan untuk menggunakan senjata logika yang sama untuk menyerang balik. Jika Patrick ingin Sandy punya insang, maka Sandy akan menantang mereka untuk punya paru-paru.
Pagi itu, Sandy Cheeks mengundang Spongebob dan Patrick ke kubahnya dengan pengumuman besar. Dia tidak memakai baju luar angkasanya, hanya setelan lab putih dan kacamata pelindung. Di atas meja operasi, tersedia dua buah pompa ban sepeda dan beberapa selang plastik.
"Nah, Patrick," ujar Sandy dengan senyum licik yang jarang terlihat. "Aku sudah memikirkan ucapanmu kemarin. Kau benar, teknologi itu untuk orang malas. Dan karena kalian selalu bilang ingin melihat dunia daratan yang luas tanpa perlu memakai helm air yang berat, aku punya solusinya."
Spongebob bertepuk tangan. "Oh! Apakah kita akan piknik ke Texas, Sandy?"
"Lebih dari itu, Spongebob!" Sandy mengambil pompa ban tersebut. "Aku akan melakukan operasi 'Paru-Paru Instan'. Aku akan menyumbat insang kalian dengan permen karet dan memompa udara langsung ke dalam tubuh kalian sampai kalian bisa bernapas di darat seperti tupai!"
Patrick menatap pompa ban itu dengan curiga. "Tunggu... itu terlihat menyakitkan, Sandy."
"Menyakitkan? Oh, tidak, Patrick!" Sandy mendekat dengan tatapan yang sedikit liar. "Bukankah kau bilang kemarin bahwa ilmuwan sejati itu kurang aksi? Ini adalah aksi murni! Aku akan mengubah kalian menjadi mamalia dalam sepuluh menit. Siapa yang mau pertama? Aku butuh sukarelawan untuk diisi udara sampai menggelembung!"
Spongebob mulai mundur perlahan. "Eh, Sandy, bukankah kami sudah cukup bahagia dengan air yang masuk ke pori-pori kami?"
"TIDAK BISA!" teriak Sandy sambil memompa udara ke udara kosong, nguuukk, nguukk! "Kalian bilang tinggal di bawah air itu membuang-buang potensi. Di darat ada matahari yang membakar kulit, ada gravitasi yang menjatuhkanmu ke aspal panas, dan tidak ada air sama sekali! Bukankah itu yang kalian inginkan? Kebebasan dari basah?"
Patrick berkeringat dingin. "Tapi Sandy, jika aku punya paru-paru, apakah aku masih bisa melakukan nguap di dalam air?"
"Tentu tidak, Patrick! Kau akan langsung tersedak dan meledak!" jawab Sandy riang. "Tapi hei, itu harga kecil untuk sebuah evolusi, bukan? Kau sendiri yang bilang ubur-ubur lebih pintar dari aku karena mereka tidak pakai alat. Jadi, ayo kita cabut insang kalian sekarang!"
Squidward, yang kebetulan lewat, mengintip dari kaca luar (karena dia penasaran kenapa ada suara pompa), hanya bisa membelalakkan mata. Dia menulis di sebuah kertas dan menempelkannya ke kaca.
LAKUKAN, SANDY! POMPA MEREKA SAMPAI KE BULAN!
Spongebob dan Patrick berpelukan erat, gemetar ketakutan. Logika Patrick yang kemarin terasa sangat hebat, kini terasa seperti hukuman mati.
"Sandy... kupikir... kupikir aku baru ingat kalau aku punya alergi pada udara daratan!" seru Patrick panik. "Dan aku sangat mencintai insangku! Mereka adalah jendela jiwaku!"
Sandy berhenti memompa dan menyilangkan tangannya. "Oh? Jadi sekarang kau tidak mau jadi mamalia? Kau lebih suka menjadi ikan malas yang bergantung pada air?"
"IYA! AKU MALAS! AKU SANGAT MALAS!" teriak Patrick sambil berlari menuju pintu keluar kedap udara.
Spongebob menyusul di belakangnya. "Maaf Sandy! Kami rasa paru-paru terlalu berisik karena harus kembang-kempis setiap saat! Kami lebih suka diam dan basah!"
Setelah mereka berdua kabur dan tenggelam kembali ke dasar laut, Sandy melepas kacamata pelindungnya dan tertawa puas. Dia mengambil kacang tanahnya dan bersantai di kursi goyangnya.
"Sains: 1. Logika Patrick: 0," gumam Sandy.
Sementara itu, di luar, Patrick terengah-engah (dengan air). "Spongebob, Sandy benar-benar ilmuwan yang gila. Dia mencoba membunuh kita dengan udara! Udara itu berbahaya, kawan. Kau tidak bisa melihatnya, tapi dia bisa mengisi tubuhmu sampai kau terbang seperti balon gas."
Spongebob mengangguk setuju. "Mulai sekarang, kita tidak boleh lagi menyuruh orang berubah, Patrick. Biarkan Sandy tetap jadi tupai darat, dan biarkan kita tetap menjadi sesuatu yang tidak jelas ini."
Sandy berhasil memenangkan perdebatan dengan cara yang paling menakutkan bagi makhluk laut, yaitu ancaman udara kering.