Bab 20
Pajak Adalah Langganan Hidup
Pagi itu, Patrick baru saja menerima surat pemberitahuan pajak tahunan (yang sebenarnya salah kirim ke alamatnya). Setelah mengeja kata PAJAK selama tiga jam, sebuah bohlam imajiner menyala di atas kepalanya dan bohlam itu langsung pecah karena logikanya terlalu berat.
Patrick berjalan dengan gagah menuju Krusty Krab, memesan sepuluh Krabby Patty, lima porsi kentang goreng, dan segelas besar soda. Setelah kenyang, dia berdiri dan melambaikan tangan ke arah kasir.
"Terima kasih atas makan gratisnya, Squidward! Sampaikan salamku pada kompornya," kata Patrick sambil melangkah pergi.
"Heh, bintang laut malas!" teriak Squidward sambil memukul lonceng kasir. "Kau belum bayar! Totalnya 25 dolar!"
Tuan Krabs muncul dari kantornya secepat kilat begitu mendengar kata bayar. "Mana uangnya, Patrick?! Jangan coba-coba lari dari tagihan!"
Patrick berbalik dengan wajah tenang, seolah-olah dia adalah orang paling pintar di ruangan itu. "Oh, Tuan Krabs, Squidward... kasihan sekali kalian. Kalian pasti belum dengar berita terbaru. Aku sudah membayar Pajak Negara tadi pagi."
Tuan Krabs menggaruk cangkangnya. "Lalu apa hubungannya pajakmu dengan uang makanku?!"
"Logikanya begini, Tuan Krabs," jelas Patrick sambil melipat tangan di dada. "Negara adalah pemilik semua ini, kan? Jalanan, laut, udara, bahkan gedung restoran ini berdiri di atas tanah negara. Jika aku sudah membayar pajak kepada negara, itu artinya aku sudah membayar biaya langganan untuk hidup di sini!"
Spongebob yang sedang mencuci piring ikut mengintip dengan kagum. "Wah, jadi pajak itu seperti tiket terusan di dunia hiburan, Patrick?"
"Tepat sekali, Spongebob!" lanjut Patrick. "Karena aku sudah bayar pajak, negara seharusnya sudah memberikan jatah makananku kepada kalian. Jika kalian belum menerima uangnya dari negara, itu bukan urusanku. Kalian harus menagihnya ke kantor pusat negara! Aku sudah membayar semuanya di muka!"
Squidward memukul keningnya sendiri. "Patrick, pajak itu untuk membangun jalan, jembatan, dan fasilitas umum! Bukan untuk membayar makan siangmu yang rakus itu!"
"Kalau begitu, Squidward," balas Patrick dengan nada tinggi, "kenapa aku harus membayar jalanan jika aku tidak boleh makan di atasnya secara gratis? Untuk apa aku punya jalan bagus kalau perutku lapar dan aku tidak punya tenaga untuk berjalan di atasnya? Itu namanya pemborosan infrastruktur!"
Tuan Krabs mulai berkeringat dingin. "Dengar, kau bintang laut konyol! Pajakmu itu masuk ke pemerintah, sedangkan burger ini milikku! Aku yang beli dagingnya, aku yang bayar Spongebob untuk memasaknya!"
"Kalau begitu, Tuan Krabs, kau juga harus membayar pajak kepadaku!" Patrick menunjuk dada Tuan Krabs. "Karena kau menggunakan ruang di dalam mataku untuk menampilkan restoranmu! Setiap kali aku melihat Krusty Krab, mataku bekerja, dan itu butuh energi. Bayar aku dengan sepuluh burger lagi, dan kita anggap pajak kita impas!"
Tuan Krabs langsung lemas dan terduduk di lantai. "Dia... dia menggunakan sistem ekonomiku untuk menghancurkanku..."
"Sudahlah, Tuan Krabs," bisik Squidward. "Lebih baik kita biarkan dia pergi sebelum dia menagih pajak oksigen karena kita bernapas di dekatnya."
Patrick keluar dari restoran dengan perut kenyang dan perasaan bangga. "Dunia ini sangat indah jika kau tahu cara berlangganan pada negara. Besok aku akan pergi ke toko baju dan mengambil celana baru. Aku yakin pajaknya sudah menanggung biaya kain juga."
Pajak adalah bukti bahwa kau sudah menyewa dunia ini secara utuh. Jika kau masih disuruh bayar untuk hal-hal kecil seperti makanan, itu artinya kau sedang ditipu oleh sistem biaya tambahan yang tidak masuk akal.