Bab 19
Bank atau Bawah Batu
Siang itu, Patrick melihat Squidward keluar dari bank dengan membawa sebuah buku tabungan kecil. Patrick menghampirinya dengan wajah penuh kecurigaan, seolah-olah Squidward baru saja melakukan transaksi terlarang.
"Squidward! Aku melihatmu keluar dari gedung besar yang penuh dengan satpam itu," bisik Patrick dengan nada menuduh. "Kenapa kau memberikan uangmu pada orang-orang yang memakai jas? Apa kau sedang dipalak secara resmi?"
Squidward menghela napas panjang, mencoba menahan emosi. "Patrick, itu namanya Bank. Aku menyimpan uangku di sana agar aman dan mendapatkan bunga."
Patrick tertawa terbahak-bahak sampai perutnya berguncang. "Bunga? Squidward, kalau kau mau bunga, kau bisa menanamnya di taman! Kenapa harus menyimpan uang kertas di dalam kotak besi untuk mendapatkan tumbuhan?"
"Bukan bunga tanaman, dasar bodoh!" bentak Squidward. "Bunga itu artinya uangku bertambah sedikit demi sedikit karena bank memutarnya. Dan yang paling penting, di sana ada brankas raksasa. Uangku tidak akan dicuri."
Patrick menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tatapan prihatin. "Oh, Squidward yang malang. Logikamu sangat terbalik. Biar kujelaskan kenapa bank itu adalah tempat paling tidak aman di dunia."
Patrick mengambil ranting dan mulai menggambar di pasir.
"Dengar, Squidward. Jika kau menyimpan uang di rumahmu atau di bawah batuku. Siapa yang tahu uang itu ada di sana? Cuma kau dan kecoa peliharaanmu. Tapi kalau kau menaruhnya di Bank, kau memasang tanda raksasa bertuliskan DI SINI ADA BANYAK UANG. Itu sama saja dengan mengundang pencuri untuk datang ke satu tempat yang sama!"
Squidward menyilangkan tangan. "Tapi mereka punya satpam dan kamera CCTV!"
"Hah!" Patrick mencibir. "Satpam itu makhluk hidup, Squidward. Mereka bisa lapar. Saat satpam itu pergi membeli Krabby Patty, siapa yang menjaga uangmu? Tidak ada! Sedangkan di rumahku, uangku dijaga oleh kerahasiaan. Pencuri tidak akan bisa mencuri uangku karena aku sendiri sering lupa di mana aku menyimpannya! Jika pemiliknya saja tidak tahu, apalagi pencurinya?"
Spongebob ikut bergabung dengan wajah kagum. "Wah, Patrick benar juga. Keamanan terbaik adalah kebingungan!"
"Tepat sekali, Spongebob!" lanjut Patrick. "Dan satu lagi, Squidward. Kau bilang bank memutar uangmu? Bagaimana kalau saat mereka memutarnya, uangmu pusing dan muntah? Atau bagaimana kalau mereka memutarnya terlalu kencang sampai uangmu terlempar keluar dari bank dan jatuh ke tangan orang lain?"
Squidward memijat pelipisnya. "Uang tidak punya perasaan, Patrick! Tidak ada yang muntah! Bank itu sistem ekonomi yang sah!"
"Sah menurut siapa? Menurut orang-orang yang ingin meminjam uangmu?" Patrick menyipitkan mata. "Logikanya begini. Jika aku meminjamkanmu satu dolar, aku kehilangan satu dolar. Tapi bank bilang kalau aku meminjamkan mereka sejuta dolar, aku malah jadi kaya? Itu sihir hitam, Squidward! Aku lebih percaya pada batuku. Batuku tidak pernah meminjamkan uangku pada siapapun tanpa seizinku, karena batuku tidak bisa bicara!"
Patrick kemudian berlari pulang dan mulai menggali lubang di depan rumahnya. "Aku akan memindahkan seluruh kekayaanku. Tiga buah kancing dan satu bungkus permen karet dari dompetku ke dalam lubang ini. Ini adalah Bank Batu. Tanpa biaya administrasi, tanpa potongan bulanan, dan bunganya adalah... aku bisa tidur di atasnya!"
Squidward hanya bisa terdiam melihat Patrick menanam kancing bajunya ke dalam pasir. "Terserahlah. Jangan menangis kalau kancingmu dimakan serangga pasir."
"Setidaknya kepiting pasir tidak memintaku mengisi formulir 10 lembar hanya untuk mengambil kancingku kembali!" teriak Patrick dengan penuh kemenangan.
Bank adalah tempat di mana kau menitipkan uangmu agar orang lain bisa menggunakannya, sementara kau sendiri harus mengantre panjang hanya untuk melihatnya kembali. Itu bukan menabung, itu adalah tes kesabaran yang dibayar murah.