Bab 18
Pertukaran Shift Antar Dimensi
Malam itu, Spongebob menemukan Patrick sedang duduk di atas batunya sambil menatap langit dengan tatapan yang sangat dalam, begitu dalam sampai-sampai matanya terlihat hampir tenggelam ke dalam kepalanya.
"Patrick? Kenapa kau belum tidur? Besok kita ada jadwal berburu ubur-ubur jam lima subuh," tanya Spongebob.
Patrick tidak menoleh. "Spongebob... kau tahu kenapa kita merasa lelah saat bangun tidur?"
"Karena kita bekerja keras sepanjang hari?" jawab Spongebob yakin.
"SALAH!" Patrick berbalik dengan wajah tegang. "Kita lelah karena saat kita tidur di sini, Patrick di dimensi lain baru saja bangun dan menggunakan tubuh ini untuk bekerja di dunianya! Tidur bukanlah istirahat, Spongebob. Tidur adalah pertukaran shift!"
Spongebob terperangah, lubang-lubang di tubuhnya membesar karena terkejut. "Maksudmu... ada Spongebob lain di dimensi lain yang sekarang sedang menunggu aku menutup mata agar dia bisa bangun?"
"Tepat!" seru Patrick. "Logikanya begini. Kenapa kita bermimpi? Mimpi adalah sisa-sisa ingatan dari Patrick Dimensi Lain yang lupa menghapus riwayat pencariannya sebelum dia mengembalikan tubuh ini padaku! Jika aku bermimpi sedang terbang, itu artinya Patrick di sana adalah seekor burung!"
Squidward, yang sedang mencoba tidur dengan bantuan penutup telinga, mendengar keributan itu dan membuka jendelanya. "Patrick! Itu adalah teori paling bodoh yang pernah kudengar! Mimpi adalah hasil dari aktivitas saraf di otak saat fase REM!"
Patrick tertawa meremehkan. "Oh, Squidward yang malang. Kau pikir lehermu pegal karena bantalmu keras? Tidak! Itu karena Squidward di Dimensi X semalam menggunakan tubuhmu untuk menjadi pemain sirkus yang menyeimbangkan piring di atas kepala!"
Squidward terdiam sejenak, memegang lehernya yang memang agak kaku. "Jangan konyol... itu tidak mungkin..."
"Pikirkan, Squidward!" lanjut Patrick. "Kenapa kadang kita merasa deja vu? Itu karena shift kita bertabrakan! Patrick Dimensi Lain lupa keluar dari tubuh ini tepat waktu, jadi kami berada di satu ruangan yang sama selama satu detik! Itu adalah pelanggaran protokol dimensi!"
Spongebob mulai merasa ngeri. "Jadi... jika aku tidak tidur, apakah aku sedang menahan Spongebob Dimensi Lain untuk bangun? Kasihan dia! Dia pasti telat masuk kerja!"
"Benar, Spongebob!" Patrick mengangguk mantap. "Tapi ada bahayanya. Jika kau terlalu lama bangun, Spongebob Dimensi Lain akan mencoba mendobrak pintu dimensi. Itulah sebabnya orang yang tidak tidur mulai berhalusinasi. Itu adalah bayangan dari diri kita yang lain yang mencoba mengambil alih kemudi tubuh!"
Tiba-tiba, Patrick memejamkan matanya selama dua detik, lalu membukanya kembali dengan ekspresi bingung. "Siapa kalian? Di mana aku? Di mana koleksi ubur-ubur kristalku?!"
Spongebob menjerit. "PATRICK! APAKAH ITU KAU DARI DIMENSI LAIN?!"
Patrick mengerjap-erjap. "Oh, maaf. Tadi itu hanya Patrick dari Dimensi Sarapan. Dia sangat cepat."
Squidward akhirnya membanting jendelanya. "Aku tidak peduli mau Squidward dari dimensi mana pun yang bangun, yang jelas aku mau tidur sekarang! Jika Squidward di sana mau jadi pemain sirkus, silakan! Asalkan dia tidak berisik!"
Namun, Spongebob sekarang terlalu takut untuk tidur. Dia duduk di samping Patrick, menahan kelopak matanya dengan tusuk gigi. "Patrick, aku tidak mau tidur. Aku tidak mau Spongebob dari dimensi lain menggunakan tubuhku untuk melakukan hal-hal yang tidak normal."
"Spongebob," kata Patrick sambil perlahan mulai mengantuk. "Kau tidak bisa melawannya. Shift harus berganti. Jika tidak, alam semesta akan mengalami kemacetan lalu lintas keberadaan."
Patrick pun jatuh tertidur dan langsung mendengkur keras. Detik berikutnya, dia terbangun lagi dengan mata melotot dan berteriak, "DI MANA CELANA KOTAKKU?! KENAPA AKU JADI BINTANG LAUT?!"
Lalu dia tidur lagi dalam satu detik.
Spongebob menatap Patrick dengan horor. "Shift-nya... shift-nya sangat kacau."
Di akhir malam, Spongebob menyadari satu hal. Menurut logika Patrick, tidak ada yang benar-benar punya waktu untuk diri sendiri. Kita semua hanyalah supir pengganti bagi versi diri kita yang lain di dunia yang berbeda.
Patrick berhasil mengubah waktu tidur yang damai menjadi krisis eksistensial antar dimensi yang membuat Spongebob takut merem.