Bab 16
Ekonomi Zaman Batu Patrick
Patrick baru saja menonton dokumentasi sejarah tentang masa sebelum uang ditemukan, dan tentu saja, dia menganggap sistem barter adalah solusi untuk semua masalah hidupnya.
Pagi itu, Patrick Star berdiri di depan kasir Krusty Krab dengan wajah serius. Di depannya ada nampan berisi satu Krabby Patty panas. Squidward menatapnya dengan satu alis terangkat, jarinya sudah siap di atas tombol mesin kasir.
"Dua dolar, Patrick. Cepat bayar, antrean di belakangmu sudah mulai membentuk peradaban baru," kata Squidward datar.
Patrick tidak merogoh sakunya. Sebaliknya, dia mengeluarkan sebuah kaus kaki bekas yang sudah berlubang dan meletakkannya di atas meja kasir dengan bangga.
Squidward terdiam. "Apa ini?"
"Ini adalah alat tukar yang sah, Squidward," ujar Patrick dengan nada bijak. "Aku baru saja menonton siaran di TV tentang Barter. Uang kertas itu membosankan. Kenapa kita tidak bertukar barang saja? Kaus kaki ini punya sejarah, punya aroma, dan punya nilai seni. Jauh lebih berharga daripada kertas hijau bergambar Tuan Krabs yang pelit itu!"
Spongebob keluar dari dapur dengan mata berbinar. "Wah! Barter! Itu sangat romantis, Patrick! Kita kembali ke akar budaya kita!"
Squidward memijat pelipisnya. "Patrick, itu tidak efisien! Uang diciptakan agar kita tidak perlu membawa-bawa kaus kaki bau untuk membeli roti! Bagaimana kalau Tuan Krabs tidak butuh kaus kaki? Bagaimana kau menentukan nilai satu burger dengan satu kaus kaki berlubang?"
Tuan Krabs tiba-tiba muncul, mencium bau transaksi. Dia melihat kaus kaki itu. "Apa-apaan ini?! Mana uangnya?!"
"Ini barter, Tuan Krabs!" seru Patrick. "Kaus kaki ini bisa kau gunakan untuk... eh... menyaring teh? Atau jadi kantong uang kecil? Ini adalah nilai yang nyata!"
Tuan Krabs mengambil kaus kaki itu dengan dua jari, menimbangnya, lalu berteriak, "TIDAK SETARA! Kaus kaki ini nilainya tidak sampai setengah sen! Kalau kau mau burger ini, kau harus menukarnya dengan sesuatu yang setara, misalnya... batu karang sebesar rumahmu!"
"SETUJU!" teriak Patrick.
Satu jam kemudian, Bikini Bottom berubah menjadi pasar loak raksasa yang kacau. Warga mulai mengikuti logika Patrick karena mereka pikir ini adalah cara untuk menghindari pajak.
Seorang ikan mencoba membeli perahu motor dengan menukarnya menggunakan tiga ekor ubur-ubur dan setengah botol saus tartar.
Larry si Lobster mencoba membayar biaya gym dengan sebuah dumbel yang sudah patah.
Squidward dipaksa menerima gaji dalam bentuk sepuluh kilo rumput laut kering dan satu bantal bulu.
"Ini gila!" teriak Squidward sambil mencoba melempar rumput lautnya. "Aku ingin membeli klarinet baru, tapi penjual alat musik hanya mau menerima tukar tambah dengan seekor kuda laut hidup! Di mana aku harus mencari kuda laut sekarang?!"
Patrick duduk di tengah jalan, mencoba membeli es krim dengan menawarkan kuku ibu jarinya yang baru saja dipotong. "Lihat Spongebob, dengan barter, kita tidak pernah benar-benar miskin. Kita hanya perlu menemukan orang yang cukup bodoh untuk menginginkan apa yang kita miliki."
Spongebob tampak kebingungan karena dia baru saja menukar spatulanya dengan sebuah peluit yang rusak. "Tapi Patrick, sekarang aku tidak bisa memasak karena aku tidak punya spatula, dan Tuan Krabs tidak mau memberiku yang baru kecuali aku menukarnya dengan sertifikat koki asliku!"
Puncaknya adalah saat Tuan Krabs menyadari bahwa brankasnya sekarang penuh dengan barang-barang tidak berguna seperti sepatu bekas, jangkar berkarat, dan koleksi jepit rambut. Tidak ada uang tunai.
"Aku bangkrut dalam bentuk barang!" raung Tuan Krabs.
Squidward menatap Patrick dengan benci. "Kau lihat, Patrick? Barter itu tidak setara! Kau memberikan sampahmu dan mengharapkan emas sebagai imbalannya!"
Patrick menatap Squidward, lalu memberikan sebuah batu kecil kepada Squidward. "Ini, Squidward. Ini untuk membayar rasa marahmu. Sekarang kita impas."
Squidward menatap batu itu, lalu menatap Patrick, dan akhirnya dia melempar batu itu sejauh mungkin. "Aku benci logikamu! Aku benci sejarah! Aku ingin uang digitalku kembali!"
Di akhir hari, Bikini Bottom dipenuhi dengan barang-barang yang menumpuk di jalanan karena tidak ada yang tahu pasti nilai sebuah barang. Patrick pulang dengan perasaan puas, meskipun dia tidak punya rumah lagi karena rumah batunya sudah dia tukar dengan sebuah permen karet yang sudah dikunyah.
Patrick berhasil menghancurkan sistem moneter modern dan membawa Bikini Bottom kembali ke zaman kegelapan ekonomi.