Bab 15
Bisnis Udara Laut

Siang itu, Patrick sedang berbaring di Goo Lagoon (Pantai Bikini Bottom). Dia memperhatikan betapa segarnya udara di pantai tersebut. Sambil memegang sebuah kantong plastik sisa keripik yang kosong, dia mulai menangkap udara di sekitarnya dan mengikatnya rapat-rapat.

"Spongebob! Aku baru saja menemukan emas transparan!" teriak Patrick saat melihat sahabatnya sedang membuat istana pasir.

Spongebob mendekat dengan rasa ingin tahu. "Emas transparan? Di mana, Patrick? Aku tidak melihat apa-apa."

"Tepat sekali! Karena itulah dia mahal!" Patrick mengangkat kantong plastik kosong itu tinggi-tinggi. "Ini adalah Udara Asli Pantai. Banyak orang di kota yang terlalu sibuk bekerja dan tidak sempat ke pantai. Aku akan membawa pantai kepada mereka dalam bentuk kantong!"

Spongebob terpukau. "Wah, Patrick! Kau jenius! Jadi orang-orang tidak perlu kedinginan terkena air laut untuk merasakan sensasi pantai?"

"Benar! Mereka hanya perlu menghirup isi kantong ini di rumah mereka yang membosankan," kata Patrick mantap.

Keduanya pun kembali ke rumah dengan membawa puluhan kantong plastik yang sudah diisi udara pantai hingga menggembung. Patrick memasang papan pengumuman di depan rumah batunya:

DIJUAL: UDARA PANTAI SEGAR - 5 DOLAR PER HIRUPAN.

Squidward, yang sedang mencoba membaca buku di kursi malasnya, mengintip dari balik jendela. "Patrick, kita ini tinggal di bawah laut. Seluruh kota ini berisi air dan udara yang sama. Untuk apa orang membeli sesuatu yang sudah mereka hirup gratis setiap detik?"

Patrick menatap Squidward dengan tatapan kasihan. "Oh, Squidward... itulah masalahmu. Kau tidak bisa membedakan antara 'Udara Biasa' dan 'Udara Berkelas'. Udara di depan rumahmu ini berbau seperti keluhanmu, sedangkan udara di kantong ini berbau seperti kebebasan dan krim berjemur!"

Seorang warga lewat dan bertanya karena penasaran, "Apakah ini benar-benar udara dari Goo Lagoon?"

"Asli!" jawab Patrick. "Aku menangkapnya saat ada ombak besar, jadi ada sedikit rasa petualangan di dalamnya."

Tuan Krabs, yang mendengar ada orang menjual sesuatu yang harganya nol dolar, langsung datang berlari. "Apa?! Menjual udara?! Kenapa aku tidak terpikirkan itu sebelumnya?!"

Tuan Krabs mencoba menghirup salah satu kantong. "Hmm... baunya seperti plastik sisa keripik lama."

"Itu adalah aroma Vintage, Tuan Krabs," jelas Patrick dengan gaya ahli pemasaran.

Namun, masalah muncul saat matahari mulai memanaskan kantong-kantong plastik tersebut. Udara di dalamnya memuai, dan karena Patrick mengikatnya terlalu kencang, kantong-kantong itu mulai meledak satu per satu. DUARR! DUARR!

"OH TIDAK! PANTAINYA MELEDAK!" teriak Spongebob.

"Bukan meledak, Spongebob!" Patrick mencoba menyelamatkan kantong yang tersisa. "Itu adalah fitur 'Aroma Terapi Ekspres'! Udara pantainya sedang berusaha menyatu dengan kota secara paksa!"

Karena semua kantongnya pecah, area di sekitar rumah Patrick sekarang hanya penuh dengan sampah plastik kosong. Patrick melihat ke sekeliling dan menghela napas panjang.

"Yah, Spongebob, sepertinya bisnis ini terlalu maju untuk zaman ini," kata Patrick sambil duduk di atas tumpukan plastiknya. "Orang-orang belum siap menghargai betapa mahalnya sesuatu yang tidak bisa mereka lihat."

"Lalu apa rencanamu sekarang, Patrick?" tanya Spongebob.

"Aku akan membuka usaha baru," jawab Patrick sambil mengambil segenggam pasir. "Aku akan menjual Pasir Kering. Aku hanya perlu menjemurnya di atas kompor sampai dia lupa kalau dia pernah tinggal di air."

Udara adalah produk terbaik di dunia karena kau tidak perlu modal untuk membelinya, dan kau tidak perlu merasa bersalah saat barangnya hilang, karena toh kau tidak bisa melihatnya sejak awal.