Bab 14
Pajak Keberadaan
Siang itu, Tuan Krabs sedang membagikan brosur di depan Krusty Krab. Di brosur itu tertulis: Pajak Kebahagiaan: Bayar 1 Dolar setiap kali kau tersenyum di dalam restoran!
Patrick membaca brosur itu dengan mata melotot. Dia tidak marah karena Tuan Krabs mencoba memeras uang, dia justru merasa terinspirasi.
"Spongebob!" teriak Patrick sambil berlari ke rumah nanas. "Aku baru sadar kenapa hidup kita begitu berat. Itu karena kita adalah pencuri!"
Spongebob yang sedang memberi makan Gary langsung menjatuhkan kaleng makanannya. "Apa?! Aku pencuri? Tapi aku selalu mengembalikan pulpen yang kupinjam, Patrick!"
"Bukan itu, Spongebob! Kita mencuri ruang!" Patrick menunjuk ke sekelilingnya. "Dunia ini punya batas. Setiap kali kita berdiri di suatu tempat, kita sedang menempati ruang yang seharusnya milik orang lain atau milik alam. Kita harus membayar Pajak Keberadaan!"
Squidward yang baru keluar untuk mengambil surat, berteriak, "Jangan beri mereka ide, Patrick! Pemerintah sudah mengambil cukup banyak uangku!"
"Tapi Squidward, ini demi keadilan!" Patrick mengeluarkan sebuah toples kosong dan menuliskan kata PAJAK dengan spidol besar. "Logikanya begini: Jika kau punya barang, kau bayar pajak. Nah, tubuh kita ini adalah barang paling besar yang kita miliki. Jadi, setiap langkah yang kita ambil adalah sewa lahan pada semesta!"
Patrick mulai mengetuk pintu rumah-rumah warga Bikini Bottom.
"Permisi, Nyonya Puff," kata Patrick dengan wajah sangat serius. "Anda baru saja bernapas sebanyak sepuluh kali di depan umum. Itu artinya Anda menggunakan udara milik bersama. Mohon bayar pajaknya sebesar satu buah kancing baju atau kerikil yang bagus."
Nyonya Puff bingung, tapi karena ingin Patrick cepat pergi, dia memberikan kancing bajunya.
"Lihat, Spongebob! Ekonomi mulai berjalan!" Patrick sangat senang. Namun, masalah muncul saat Patrick menyadari sesuatu yang mengerikan. "Tunggu... jika semua orang harus bayar pajak padaku karena aku yang menemukan idenya, lalu siapa yang membayar pajaku?"
Spongebob berpikir keras. "Mungkin kau harus membayar pajaknya pada dirimu sendiri, Patrick?"
"Jenius!" Patrick mengambil satu sen dari kantong kirinya dan memasukkannya ke kantong kanannya. "Aduh, sekarang kantong kananku harus membayar pajak penyimpanan pada kantong kiriku karena uang ini terlalu berat!"
Patrick mulai memindahkan uang satu sen itu bolak-balik antar kantongnya dengan sangat cepat. "Aku sedang menciptakan perputaran uang yang sangat cepat, Spongebob! Aku menjadi kaya dan miskin di saat yang bersamaan!"
Patrick pun mendatangi Tuan Krabs untuk memprotes. "Tuan Krabs! Kau harus membayar pajak karena telah menggunakan ruang di kepalaku untuk memikirkan ide pajak ini!"
Tuan Krabs menyipitkan mata. "Oh ya? Kalau begitu, kau harus membayar pajak karena telah berdiri di atas pasirku!"
"Setuju!" kata Patrick.
Mereka berdua akhirnya berdiri di depan Krusty Krab, saling bertukar uang satu dolar secara terus-menerus selama dua jam. Patrick memberikan satu dolar pada Tuan Krabs, lalu Tuan Krabs memberikan kembali satu dolar itu sebagai pajak karena telah menerima uang.
"Spongebob," bisik Squidward sambil memperhatikan mereka. "Apa yang mereka lakukan sebenarnya?"
"Mereka sedang melakukan 'Ekonomi Tingkat Tinggi', Squidward," jawab Spongebob dengan kagum. "Mereka membayar pajak tanpa kehilangan uang sedikit pun."
Di penghujung hari, Patrick pulang dengan kantong yang tetap kosong, tapi dengan perasaan bangga sebagai warga negara yang teladan. "Hari yang melelahkan, Spongebob. Ternyata menjadi jujur itu mahal harganya, terutama jika kau harus membayar pajak karena merasa bangga pada dirimu sendiri."
Pajak adalah cara alam semesta memberi tahu bahwa kau masih hidup. Jika kau berhenti membayar pajak, mungkin kau sebenarnya sudah tidak ada, tapi belum diberitahu.