Bab 12
Bahaya Menelan Matahari

Siang itu di Bikini Bottom, matahari sedang terik-teriknya, tepat berada di puncak langit. Spongebob membawa dua buah kotak makan berisi Krabby Patty dan menghampiri Patrick yang sedang berdiri kaku seperti patung di depan rumah batunya. Mulutnya terkatup sangat rapat, sampai pipinya terlihat biru karena menahan napas.

"Halo Patrick! Waktunya makan siang!" seru Spongebob sambil menyodorkan patty yang masih hangat.

Patrick tidak menjawab. Dia hanya menggelengkan kepala dengan cepat tanpa membuka mulut sedikit pun. Dia berkomunikasi dengan gerakan alis yang sangat sibuk.

"Ada apa, Patrick? Kau sedang sariawan?" tanya Spongebob bingung.

Patrick akhirnya mengeluarkan sebuah papan tulis kecil dan menulis dengan kapur: DILARANG MEMBUKA MULUT. MATAHARI SEDANG MENGINTIP.

Squidward, yang kebetulan lewat ingin pergi ke perpustakaan, berhenti sejenak. "Patrick, apa lagi sekarang? Kau sedang melakukan sumpah bisu untuk menjadi bintang laut suci?"

Patrick menghapus tulisannya dan menulis lagi dengan cepat: LIHAT KE ATAS, SQUIDWARD! MATAHARI TEPAT DI ATAS KEPALA KITA!

"Lalu kenapa kalau matahari di atas?" tanya Squidward bosan.

Patrick akhirnya tidak tahan dan membuka mulutnya sedikit untuk berbisik dengan sangat pelan. "Spongebob, Squidward... secara logika, jika matahari ada tepat di atas kita, dan kita membuka mulut untuk makan, maka cahaya matahari akan masuk ke dalam tenggorokan kita tanpa hambatan!"

Spongebob memegang lehernya. "Lalu kenapa kalau cahayanya masuk, Patrick?"

"Cahaya matahari itu panas, Spongebob! Jika kau membuka mulut lebar-lebar untuk makan Krabby Patty, kau secara tidak sengaja sedang mencoba menelan matahari! Perutmu akan berubah menjadi kompor nuklir! Kau akan meledak dari dalam dan menjadi kembang api raksasa di bawah laut!"

Spongebob langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, ketakutan. "Oh tidak! Aku tidak mau menjadi kembang api! Aku masih ingin melihat hari esok!"

Squidward memutar matanya. "Patrick, matahari itu jutaan mil jauhnya di atas sana! Kau tidak akan menelannya hanya karena kau makan siang!"

"Itulah yang mereka ingin agar kau percaya, Squidward!" balas Patrick sambil menunjuk matahari dengan marah. "Pikirkan! Kenapa siang hari terasa panas? Karena matahari sedang mengirimkan paket panas ke bawah. Jika mulutmu terbuka, kau adalah alamat pengiriman yang paling mudah! Itulah sebabnya aku menolak makan siang sampai matahari bergeser ke samping rumahmu."

"Tapi Patrick," sela Spongebob, "bagaimana kalau kita makan di bawah payung?"

Patrick terdiam. Dia berpikir keras sampai terdengar suara mesin berasap di kepalanya. "Payung... hmm... Payung hanyalah penunda petaka, Spongebob. Sinar matahari bisa memantul dari pasir, masuk ke hidungmu, dan tetap meledakkan paru-parumu!"

Akhirnya, Patrick memutuskan untuk melakukan Makan Siang Horizontal. Dia berbaring tengkurap di pasir, menutupi kepalanya dengan ember, dan mencoba memasukkan kentang goreng ke mulutnya melalui lubang kecil di bawah ember tersebut.

"Dengan begini," gumam Patrick dari dalam ember, "matahari tidak akan tahu kalau aku sedang mengunyah. Aku sedang melakukan penyelundupan kalori di bawah radar gravitasi."

Warga Bikini Bottom yang lewat mulai mengikuti Patrick karena takut meledak. Tiba-tiba, di tengah hari bolong, semua orang makan sambil tengkurap dan menutupi kepala mereka dengan ember atau kotak kayu.

Tuan Krabs keluar dari restoran dan bingung melihat pelanggannya semua tiarap di jalanan. "Apa yang terjadi?! Apakah ada serangan udara?!"

"Bukan, Tuan Krabs!" teriak Patrick dari bawah ember. "Kami hanya mencoba menyelamatkan perut kami dari ledakan supernova!"

Makan siang adalah aktivitas yang berbahaya bagi keselamatan sistem tata surya. Lebih baik kelaparan daripada menjadi matahari kedua.