Bab 11
Revolusi Jam Makan Patrick
Pukul lima sore di depan rumah batu Patrick. Matahari sudah mulai bersiap-siap untuk turun, dan warga Bikini Bottom sedang bersiap untuk makan malam. Namun, Patrick Star baru saja merangkak keluar dari bawah batunya dengan mata sembab dan rambut (jika dia punya) yang acak-acak.
Dia memegang kotak sereal dan sebuah mangkuk besar. Spongebob, yang baru saja pulang bekerja di Krusty Krab, menyapanya dengan heran.
"Selamat sore, Patrick! Wah, kau telat sekali untuk makan camilan sore," sapa Spongebob ceria.
Patrick menatap Spongebob dengan tatapan menghakimi. "Camilan sore? Spongebob, ini adalah sarapan."
Spongebob tertawa kecil. "Patrick, sarapan itu dilakukan di pagi hari saat matahari terbit. Sekarang jam lima sore! Ini hampir waktunya makan malam!"
Patrick meletakkan mangkuknya di atas batu dengan suara tak! yang keras. "Spongebob, gunakan otak kotakmu itu. Apa arti kata sarapan (Breakfast) dalam bahasa Inggris? Break artinya memutus, dan Fast artinya puasa. Jadi, sarapan adalah saat kau memutus puasamu setelah tidur panjang!"
Patrick menunjuk dirinya sendiri dengan bangga. "Aku baru saja tidur selama 14 jam. Jadi, saat aku bangun sekarang, aku sedang memutus puasaku. Tidak peduli matahari ada di atas, di bawah, atau di belakang rumah Squidward, ini adalah sarapan bagiku!"
Squidward, yang baru saja masuk kedalam rumah, hendak duduk untuk membaca majalah 'Rumah Mewah yang Tidak Akan Pernah Kupunya' di bali jendelanya, berteriak, "Itu namanya bangun kesiangan, Patrick! Kau hanya malas!"
"Bukan malas, Squidward! Ini adalah efisiensi waktu!" balas Patrick. "Jika aku sarapan jam lima sore, maka aku menghemat biaya makan siang. Dan karena aku baru bangun, maka jam biologisku masih jam enam pagi. Jadi, secara teknis, kalianlah yang aneh karena makan malam di waktu 'pagi'-ku!"
Logika Patrick mulai merambat ke arah yang lebih ekstrem. Dia mengajak Spongebob pergi ke Krusty Krab (yang sudah mau tutup) dan meminta menu sarapan.
"Tuan Krabs! Aku mau paket Pancake Sarapan Pagi!" seru Patrick di depan kasir.
Tuan Krabs menunjuk jam dinding. "Patrick, ini sudah lewat jam lima sore! Aku sedang menghitung uang makan malam!"
"Tapi aku baru bangun sepuluh menit yang lalu, Tuan Krabs! Secara hukum perutku, ini masih pagi!" Patrick bersikeras. "Jika kau tidak memberiku menu sarapan, kau telah mendiskriminasi orang-orang yang memiliki zona waktu berbeda di kepalanya sendiri!"
Tuan Krabs, yang melihat peluang untuk menjual sisa roti lama, akhirnya setuju. "Baiklah, tapi karena ini pagi bagimu di saat orang lain sudah malam, aku akan mengenakan biaya 'Pajak Pergeseran Waktu' sebesar 50%!"
Patrick setuju tanpa pikir panjang. Warga lain yang melihat Patrick makan pancake di malam hari mulai terpengaruh. Mereka pikir, jika mereka tidur siang sebentar, mereka bisa sarapan berkali-kali dalam sehari.
"Pikirkanlah, Spongebob," kata Patrick sambil mengunyah pancake di tengah kegelapan malam. "Jika kau tidur selama lima menit setiap satu jam, kau bisa sarapan 24 kali sehari! Kau akan menjadi juara sarapan dunia!"
Setelah pulang ke rumah, Spongebob mencoba mengikuti logika itu. Dia tidur selama lima menit, lalu bangun dan berteriak "Selamat Pagi!" pada jam dua subuh, lalu makan sereal. Lalu dia tidur lagi, bangun jam tiga subuh, dan berteriak "Selamat Pagi!" lagi.
Squidward akhirnya keluar rumah dengan membawa bantal dan wajah yang siap meledak. "HENTIKAN! Jam tidak berfungsi seperti itu! Matahari adalah penentu waktu, bukan kelopak matamu yang lambat itu, Spongebob!"
Patrick duduk di atas batu besarnya menatap langit malam yang penuh bintang. "Matahari? Dia hanya sebuah lampu besar yang punya jam kerja tetap, Squidward. Tapi perutku? Perutku adalah bos dari alam semesta ini. Dan bosku bilang... sekarang adalah waktunya minum jus jeruk pagi."
Patrick pun meminum jus jeruknya dengan tenang di bawah sinar bulan, sementara Spongebob pingsan karena kelelahan bangun pagi setiap lima menit, dan Squidward mulai mempertanyakan apakah waktu itu benar-benar ada atau hanya lelucon yang dibuat oleh pembuat jam.
Patrick berhasil menghancurkan konsep waktu linier di Bikini Bottom hanya demi pembenaran atas kebiasaan tidurnya yang luar biasa.