Bab 41
Kacamata Anti-Masa Depan

Pagi itu, Patrick Star tampak sangat gelisah. Dia berjalan mondar-mandir di depan batunya sambil menggigit kuku-kukunya (itupun kalau dia punya kuku). Spongebob yang baru keluar untuk mengambil koran merasa khawatir melihat sahabatnya tampak begitu tertekan.

"Patrick! Ada apa? Apa kau lupa lagi cara memakai celanamu?" tanya Spongebob.

"Lebih buruk dari itu, Spongebob!" seru Patrick panik. "Aku baru sadar bahwa besok akan selalu datang! Dan setelah besok, ada besoknya lagi! Masa depan terus mengejarku, Spongebob! Aku tidak siap melihat apa yang akan terjadi!"

Spongebob mencoba menenangkan. "Tapi Patrick, masa depan itu penuh dengan kejutan indah! Mungkin besok kita akan menemukan ubur-ubur jenis baru!"

"Itulah masalahnya!" Patrick mengeluarkan dua buah kaleng cat hitam dan sebuah kacamata renang tua. Dia mulai mengecat seluruh lensa kacamata itu dengan warna hitam pekat sampai tidak ada sedikit pun cahaya yang bisa masuk. "Aku tidak mau melihat kejutan! Aku ingin tetap di sini, di saat ini, di mana semuanya gelap dan tenang!"

Patrick memakai kacamata hitam pekat itu. "Nah! Sekarang aku sudah memakai Kacamata Anti-Masa Depan. Karena aku tidak bisa melihat apa yang ada di depanku, itu artinya masa depan tidak ada! Aku telah menghentikan waktu!"

Patrick mulai berjalan dengan percaya diri, namun dalam hitungan detik, dia menabrak tiang lampu dengan bunyi TENG!

"Aduh! Spongebob, masa depan baru saja memukul dahiku!" teriak Patrick.

"Bukan, Patrick, itu tiang lampu yang sudah ada di sana sejak sepuluh tahun lalu," jawab Spongebob.

"Mustahil! Tadi tiang itu tidak ada di masa kini menurut perhitunganku. Dia pasti baru saja melompat dari masa depan untuk menyerangku!" Patrick terus berjalan sambil meraba-raba udara. Dia kemudian menabrak Squidward yang sedang membawa nampan berisi teh di halaman rumahnya.

"PATRICK! Kau menghancurkan waktu minum tehku!" teriak Squidward kesal.

Patrick membeku. "Suara siapa itu? Apakah itu suara hantu dari masa depan yang datang untuk menagih hutang? Pergi, roh jahat! Aku tidak bisa melihatmu, jadi kau tidak nyata!"

Squidward melepaskan kacamata renang Patrick dengan kasar. "Ini aku, Squidward! Dan kau hanya memakai kacamata yang dicat hitam, kau bodoh!"

Patrick mengerjapkan mata, silau oleh sinar matahari. Dia tampak kecewa. "Squidward, kau tidak mengerti. Dengan kacamata ini, dunia terasa sangat sederhana. Tidak ada hari esok, tidak ada tagihan, hanya ada... bagian dalam kelopak mataku yang berwarna hitam."

"Itu namanya buta sementara, bukan perjalanan waktu!" sahut Squidward sambil berjalan masuk kembali ke rumahnya dan membanting pintu.

Patrick menatap kacamatanya yang rusak dengan sedih. "Spongebob, kurasa Squidward benar. Kita tidak bisa bersembunyi dari masa depan."

Spongebob tersenyum. "Benar, Patrick. Jadi mari kita hadapi masa depan dengan berani!"

"Kau benar," kata Patrick sambil membuang kacamatanya. "Tapi untuk berjaga-jaga, aku akan mulai berjalan mundur mulai sekarang. Dengan begitu, aku hanya akan melihat masa lalu, sementara masa depan hanya akan menabrak punggungku. Dan punggungku jauh lebih keras daripada dahiku!"

Patrick pun mulai berjalan mundur menuju Krusty Krab, yakin bahwa dia telah memecahkan masalah eksistensial terbesar dalam sejarah kelautan.

Jika kau takut pada apa yang akan terjadi besok, pakailah kacamata yang paling gelap. Kau memang akan tetap menabrak tiang, tapi setidaknya kau tidak akan melihat tiang itu datang ke arahmu.