Bab 1
Kebohongan Mi Goreng

Matahari Bikini Bottom bersinar terang, atau setidaknya itulah yang dikira Spongebob sebelum dia melangkah keluar rumah dan melihat Patrick Star sedang duduk di atas batu besarnya, menjaga sebuah panci berisi air mendidih.

"Patrick? Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Spongebob dengan nada ceria namun penuh keheranan.

Patrick menatap Spongebob dengan tatapan yang lebih serius dari biasanya. Matanya tajam, seolah-olah dia baru saja memecahkan kode rahasia alam semesta. Di tangannya ada sebungkus mi instan bertuliskan Mi Goreng.

"Spongebob," bisik Patrick, suaranya berat seperti baru saja menelan pasir pantai satu ember. "Dunia ini penuh dengan kebohongan besar yang dibungkus plastik."

Spongebob mengerutkan kening. "Maksudmu? Apa mi-nya kedaluwarsa?"

"Lihat ini," Patrick menunjuk tulisan di bungkus itu tepat ke depan hidung Spongebob. "Dia menyebut dirinya Mi Goreng. Goreng, Spongebob! Tapi apa yang dikatakan oleh instruksi di belakangnya? Dia menyuruh kita REBUS! Dalam AIR! Air yang basah!

Spongebob tertawa kecil. "Ya, memang begitu cara masaknya, Patrick. Kita merebusnya dulu, lalu membuang airnya, baru kemudian..."

"TIDAK!" teriak Patrick, membuat air di pancinya bergetar. "Jika kau merebusnya, dia adalah Mi Rebus yang sedang menyamar! Ini adalah penipuan massal! Kita selama ini memuja sesuatu yang identitasnya palsu!"

Entah bagaimana, logika Patrick yang bengkok itu mulai menyebar seperti wabah. Dalam hitungan jam, alun-alun Bikini Bottom penuh dengan warga yang membawa spanduk. Patrick berdiri di atas podium darurat yang terbuat dari kaleng mayones bekas.

"Saudara-saudaraku yang tertipu oleh industri tepung!" seru Patrick pada massa yang mulai terhasut. "Jangan biarkan air rebusan itu menghapus kebenaran! Mi Goreng yang direbus adalah penghinaan terhadap penggorengan! Kita harus berhenti memuja mi tanpa kuah ini jika cara lahirnya adalah melalui air!"

Squidward, yang kebetulan lewat dengan tas belanjaannya, berhenti sejenak dan menatap kerumunan itu dengan wajah datar yang terlihat seperti ingin pensiun dari kehidupan. "Ini hanya mi instan, kalian bodoh. Itu hanya istilah untuk hasil akhirnya. Bukan cara memasaknya."

"DIAM, KAU PEMUJA AIR!" tunjuk Patrick dramatis. "Kau pasti dibayar oleh industri pabrik panci untuk menyebarkan kebohongan ini dan membuat kami ketergantungan pada air!"

Warna-warni spanduk bertuliskan Katakan Tidak pada Rebusan dan Goreng atau Mati mulai bergoyang liar. Warga mulai histeris. Mereka mulai melemparkan mi instan ke udara sebagai bentuk protes terhadap "kebohongan industri". Spongebob mencoba merayap ke podium dan menenangkan suasana dengan logika normalnya.

"Teman-teman, bukankah yang penting adalah rasanya? Lagipula, memperdebatkan suatu hal secara berlebihan terhadap definisi mi itu tidak baik untuk kesehatan mental kita," ujar Spongebob dengan bijak.

Namun, logika normal Spongebob tidak mempan. Patrick sudah terlanjur memproklamirkan dirinya sebagai Dewa Penggorengan. Dia mencoba memasukkan mi kering langsung ke dalam minyak panas yang meledak-ledak, menciptakan kembang api mi yang menghancurkan kedai jus milik warga.

Di penghujung hari, Bikini Bottom penuh dengan mi kering yang keras dan warga yang sakit gigi karena mencoba memakan mi asli yang benar-benar digoreng tanpa direbus. Patrick duduk di tengah reruntuhan, tampak puas.

"Lihat Spongebob," kata Patrick sambil mengunyah mi mentah yang keras. "Setidaknya aku tidak hidup dalam kebohongan air."

Patrick berjalan pergi sambil melambaikan lengan, "Pemujaan yang berlebihan pada air itu tidak sehat Spongebob."

"Dasar bodoh, bukankah kau sendiri sedang berada di air," ucap Squidward dengan wajah datar.

Spongebob hanya bisa menghela napas, melihat Squidward yang perlahan berjalan pergi sambil menggumamkan rencana untuk pindah ke daratan yang (mungkin) lebih masuk akal.